Slide 1 — Judul
Integrasi Tafsir dan Humaniora: Menjawab Tantangan Global
Slide 2 — Masalah Utama
Globalisasi, digitalisasi, krisis lingkungan, radikalisme, ketimpangan sosial — masalah multidimensional.
Slide 3 — Kenapa Perlu Integrasi?
Tafsir tekstual saja kurang responsif; humaniora memberikan konteks sosial, budaya, bahasa, dan etika.
Slide 4 — Apa itu Humaniora?
Sosiologi, antropologi, sejarah, filsafat, linguistik, hermeneutika — alat untuk memahami teks dalam konteks nyata.
Slide 5 — Paradigma Inti
Wahyu + akal = sinergi. Tolak dikotomi agama vs ilmu umum; gunakan ilmu untuk memahami ciptaan Tuhan.
Slide 6 — Manfaat Praktis (1)
Isu lingkungan: tafsir khalifah → tanggung jawab ekologis.
Radikalisme: sosiologi → baca teks secara historis, utamakan perdamaian.
Slide 7 — Manfaat Praktis (2)
Etika digital & AI: prinsip Qur’ani untuk kejujuran, privasi, kemaslahatan.
Gender & keadilan: reinterpretasi ayat untuk kesetaraan kontekstual.
Slide 8 — Tantangan Implementasi
Resistensi konservatif, kurang literatur metodologis, pemisahan kurikulum, keterbatasan kapasitas akademik.
Slide 9 — Rekomendasi Singkat
Kembangkan kurikulum interdisipliner.
Perkuat literatur dan pelatihan metodologi.
Fasilitasi dialog lintas disiplin dan komunitas.
Dorong riset aplikatif terkait lingkungan, digital, dan sosial.
Slide 10 — Penutup & Pertanyaan
Integrasi tafsir–humaniora diperlukan untuk tafsir yang kontekstual, humanis, dan solutif.
0 Komentar