Oleh: Prof. Yusuf (Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar) Setiap 1 Muharram kata "hijrah" kembali digaungkan—spanduk, mimbar, dan unggahan media sosial mengajak perubahan. Namun pengulangan itu tidak otomatis menjamin pemahaman. Hijrah Nabi bukan sekadar perpindahan geografis; ia adalah transformasi paradigmatik yang merombak struktur sosial, politik, dan cara berpikir. Kegagalan terbesar sekarang bukan hanya soal moral individu, melainkan kegagalan melakukan migrasi intelektual. Di era post-truth—di mana emosi, identit…