Oleh: Prof. Yusuf Apakah seorang pemimpin pantas disebut hebat jika negeranya masih merangkak bergantung pada darah daging rakyatnya—pajak? Pajak memang tulang punggung negara, tapi jika itu satu-satunya pondasi, maka kepemimpinan itu bukan singa yang mengaum, melainkan lintah yang menghisap tanpa henti. Kehebatan sejati bukan diukur dari seberapa banyak dompet rakyat yang dikoyak, tapi dari visi yang membara: mengelola sumber daya alam seperti emas hitam atau hijau yang melimpah, menciptakan nilai ekonomi dari nol menjadi raksasa, dan membuka kran kem…