MATERI KHUTBAH JUM'AH: MEMBANGUN KESADARAN EKOLOGIS

Khutbah Pertama

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.أما بعد،

Saudara-saudara seiman yang dirahmati Allah,

Hari ini kita akan membahas sebuah amanah dan tanggung jawab besar yang Allah berikan kepada kita sebagai manusia, yaitu posisi kita sebagai Khalifah fil Ardhi, wakil Allah di muka bumi. Tanggung jawab ini bukan hanya tentang penguasaan, namun lebih kepada menjaga, memelihara, dan merawat alam serta seluruh makhluk ciptaan-Nya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Dalam konteks ini, muncul konsep penting yang disebut eko-teologi, yaitu pemahaman teologis yang menghubungkan ajaran agama dengan upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup. Melalui khutbah ini, kita diajak untuk membangun pemahaman eko-teologi sebagai pondasi agar tugas kita sebagai khalifah bisa berjalan dengan baik dan sejalan dengan kehendak Allah.

Khutbah Kedua

الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.

Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah,

Pertama, mari kita fahami makna eko-teologi secara sederhana. Eko-teologi adalah sudut pandang agama yang menempatkan lingkungan hidup sebagai bagian dari amanah Ilahi. Islam mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya adalah titipan dari Allah untuk kita jaga dan manfaatkan secara bertanggung jawab. 

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ

(QS. Al-An’am: 165)

Di sini jelas disebutkan bahwa manusia diangkat sebagai khalifah di bumi, artinya sebagai wakil Allah yang bertugas mengelola dan memakmurkan, bukan merusak dan menghancurkan.Menjadi khalifah berarti kita harus mengelola sumber daya alam dengan penuh keadilan, tidak berlebihan, dan tidak merusak keseimbangan ekosistem yang sudah Allah ciptakan dengan sempurna. 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

"لن يفلح قوم ولوا أمرهم امرأة"

(HR. Bukhari)

yang selain maknanya penting dalam konteks sosial, juga mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam amanah yang diberikan, termasuk amanah menjaga dunia.Kita sering mendengar laporan tentang kerusakan lingkungan, dari polusi, penebangan hutan liar, hingga perubahan iklim yang menyebabkan berbagai bencana. Ini semua akibat kurangnya kesadaran dan tanggung jawab kita sebagai khalifah.Islam sangat menentang kerusakan. 

Dalam Al-Qur’an disebutkan:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

(QS. Al-A’raf: 56)

Larangan ini harus menjadi pedoman hidup kita sehari-hari.Tindakan Nyata Membangun Eko-TeologiBagaimana kita mulai membangun pemahaman eko-teologi?

Pertama, dengan meningkatkan kesadaran melalui belajar dan berdiskusi tentang hubungan agama dan lingkungan. Kedua, dengan menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan: hemat penggunaan air dan listrik, mengurangi sampah plastik, serta memilih produk yang ramah lingkungan. Ketiga, mengajak keluarga dan masyarakat sekitar untuk bersama menjaga lingkungan: menanam pohon, membersihkan lingkungan masjid, dan menjaga kebersihan tempat tinggal. Keempat, menghindari tindakan yang merusak seperti membakar hutan, membuang sampah sembarangan, atau menggunakan bahan kimia berbahaya tanpa kontrol.

Dengan langkah-langkah ini, kita bukan hanya menjaga alam, tapi juga menjaga amanah Allah dan melaksanakan fungsi kita sebagai khalifah dengan benar.

Penutup dan Doa

Saudara-saudari seiman,Marilah kita rawat bumi yang Allah titipkan pada kita ini dengan penuh tanggung jawab. Karena alam yang terjaga adalah warisan yang akan kita tinggalkan untuk generasi mendatang. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk menjadi khalifah yang bertanggung jawab dan bertaqwa.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُاللهم تقبل منا واهدنا لما تحب وترضى، واجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه.وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

Posting Komentar

0 Komentar