Penulis: Muhammad Yusuf
Momentum Pergantian Tahun
Saya tidak menyebutnya sebagai pergantian waktu. Sebab perjalanan dan pergantian waktu sejati berlangsung secara terus-menerus. Kita tidak tidak mampu mengaturnya. Tugas kita adalah mengatur kegiatan di setiap waktu. Kita butuh sebuah perbaikan setiap.saat. Untuk mengetahui hasilnya, kita butuh muhasabah (evaluasi) kegiatan yang telah berlalu dan merancang resolusi ke depan. Yang baik dan bermaslahat dilanjutkan. Sedang yang tidak baik dan tidak relevan dilakukan kajian ulang untuk merumuskan rencana yang lebih baik.
Mengevaluasi perjalanan hidup itu merupakan kewajiban individual. Setiap orang yang beriman mesti melakukan evaluasi dan tidak lanjut dari hasil evaluasi. Tujuannya adalah untuk menyusun resolusi pada tahun berikutnya untuk hidup lebih baik. Sebab, ada riwayat menyebutkan, “Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin”. Berikut teksnya:
مَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ خَيۡرًا مِنۡ اَمۡسِهِ فَهُوَ رَابِحُ. وَمَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ مثل اَمۡسه فهو مَغۡبُون. ومَن كان يومه شَرًّا مِنۡ امسه فهو مَلۡعُون
Artinya:
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”
Tentang Status Riwayat
Hadis di atas sudah tak asing lagi bagi kebanyakan orang. Di beberapa forum kajian, para guru atau penceramah menyampaikan hadits tersebut. Diantara tujuan disampaikannya hadis Nabi itu ialah sebagai motivasi untuk kita semua, bahwa hari yang akan datang harus lebih baik dari hari yang telah lalu. Bukan malah bertambah buruk.
Namun, bagaimana dengan kualitas hadits tersebut? Karena jarang penceramah yang menyebutkan derajatnya. Pertanyaan pun timbul mengenai kesahihan hadits ‘Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin’.
Ada beberapa ulama yang meriwayatkan hadits tersebut, diantaranya ialah: Abu Nu’aim Al Ashbahani, Al Harits bin Abdillah Al A’war, Abu Bakar Al Qurasyi, Al Baihaqi. Dari para periwayat yang ada, sungguh masih terdapat keraguan di dalamnya. Tampak kecacatan ataupun kelemahan sanad-sanad dari hadits ini.
Hal itu ditandai seperti periwayat yang dikenal sebagai pendusta, atau bahkan periwayat yang tidak diketahui identitasnya. Lemahnya sanad hadits inilah yang kemudian menjadikan hadits dha’if(lemah). Apalagi ada yang mengatakan bahwa itu bukanlah hadits.
Lantas, mungkin ada yang bertanya, bagaimana kita menyikapi hadits yang demikian?
Walaupun dikategorikan sebagai hadits dha’if, tidak ada salahnya untuk mengambil hal positif yang terkandung di dalamnya. Selama tidak ada yang mengharamkannya, dan selama tidak bertentangan dengan dalil shahih lain, maka itu boleh.
Momen Tahun Baru
Memasuki tahun 2021, tentu banyak hal yang kita dapatkan di tahun 2020. Segala peristiwa yang telah dilewati, yang baik maupun buruk membersamai selama satu tahun. Sesuatu yang dianggap keburukan adalah bukan untuk disesali, bukan untuk ditangisi, tapi untuk ber-muha sabah diri. Bahwa di tahun baru ini, semua diharapkan bisa lebih baik lagi.
Tentu banyak kesalahan yang kita perbuat. Nah, tugas kita sekarang ialah membenahi kesalahan tersebut. Melakukannya pun perlu strategi, agar hasilnya maksimal dan berusaha agar kesalahan yang sama tidak akan terulang kembali di tahun baru.
Momen pergantian tahun sesungguhnya melatih kita untuk selalu meng-intropeksi diri, dan tak lupa untuk bersukur. Bersyukur atas karunia yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya selama melewati tahun 2020. Sebab, dengan bersukur, maka akan ada balasan kebaikan dari Allah.
Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
Karena sampai saat kini juga, kita masih mampu untuk beraktivitas, bekerja dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, atas nikmat yang telah kita dapatkan, harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Di tengah perbedaan warga negara, ialah untuk bersama membangun persaudaraan se bangsa dan se-tanah air. Jadikan tahun baru kali ini untuk melakukan perbaikan-perbaikan, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Aamiin..

0 Komentar