Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar
Manggarupi-Gowa, 26-04-2021
Pendahuluan
Tulisan ini merupakan catatan ceramah subuh ke-15 di Masjid Raudhatul Muflihin Kompleks Pasar Terong Makassar. Panitia memberikan tema "Pedihnya Siksa Neraka". Saya katakan seolah saya tak sanggup membahas tema ini. Bukan temanya yang susah, tapi membayangkan betapa ngeri ancaman api neraka yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih. Saya percaya kebenaran Al-Qur'an maupun informasi yang valid dari Rasulullah Saw. Makanya, seolah tak sanggup mengurai, membayangkan betapa pedihnya saja, tak sanggup rasanya, padahal itu kebenaran.
Akan tetapi, mungkin jamaah Masjid Raudhatul Muflihin kompleks Pasar Terong Makassar sedang merindukan tema-tema seperti ini demi untuk lebih khusyuk dalam ibadahnya. Dibandingkan dengan tema ceramah tarwih pada malam itu juga di masjid yang sama, disodorkan kepada saya tema "deradikalisasi". Tema ini memang merupakan tema yang menjadikan perhatian dunia. Sebuah tema perbincangan yang aktual belakangan ini. Apalagi baru beberapa pekan terjadi bom bunuh diri di Makassar.
Meski bicara soal neraka memang mengerikan, tidak masalah, karena jamaah meminta dicerahkan tentang "pedihnya siksa api neraka". Mungkin tujuannya agar mereka merasakan sebuah kesadaran dalam untaian doanya: "Rabbana Atina fidduniya hasanatan wa fil akhirati hasanatan waqina 'azaban nar" (ya Tuhan kami, berikan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa api neraka"
Doa "waqina 'azaban nar"
Penggalan kalimat "waqina 'azaban nar" menjadi fokus doanya. Memang mengerikan ketika menghayati azab neraka sebab sehari di neraka setara dengan 1000 tahun dunia (Lihat Q.S. al-Hajj: 47). Jadi, orang disiksa di neraka sehari itu equivalen dengan 1000 tahun (1 hari akhirat = 1000 tahun dunia). Itu saja sudah tak sanggup membayangkan. Apalagi transit hingga setahun. Lalu, bagaimana dengan yang kekal selamanya di neraka. Sungguh, saya tak sanggup membayangkan. Tak bisa dibayangkan. Allah Akbar! Sedangkan azab neraka yang paling ringan, yaitu orang yang memiliki dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka, di mana otaknya akan mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali mendidih.
Dibandingkan panasnya dengan api di dunia itu hanya percikan api neraka. Panasnya neraka 70 kali lipat dibandingkan dengan api di dunia. Tersengat api dunia saja tak tahan. Andai manusia di dunia melihat dan mengetahui orang yang disiksa di neraka pastilah mereka mati semua lantaran tak kuat melihatnya. Apalagi ada ahli neraka yang merasakan itu selama-lamanya. Demikian antara lain informasi dari.berbagai riwayat (hadis) yang ditemukan tentang neraka. Simak lebih lanjut dan mohon kepada Allah agar dijauhkan dari api neraka dan agar selalu bersama dengan Pencipta neraka.
Pedihnya Siksa Api Neraka
Disebutkan dalam suatu hadis bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Andaikan seorang penduduk neraka jahannam dikeluarkan dari padanya, kemudian dilihat oleh manusia penduduk dunia, niscaya matilah semua penduduk dunia ketika melihatnya. Karena murka Allah pada penduduk neraka itu.”
Rasulullah Saw. bersabda,
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلَانِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِ الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا
"Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari al-A'masy dari Abu Ishaq dari an-Nu'man bin Basyir dia berkata, "Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang memiliki dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka, dimana otaknya akan mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali mendidih. Orang tersebut merasa bahwa tidak ada seorang pun yang siksanya lebih pedih daripadanya, padahal siksanya adalah yang paling ringan di antara mereka" (HR. Muslim No. 314).
Bermacam-macam binatang berbisa yang sangat ganas menggerogoti dan menyayat-nyayat tubuh penghuni neraka tanpa mengenal ampun. Air panas, darah, nanah, yang mendidih menjadi minuman utamanya, hingga seluruh isi perutnya terbakar beserta ususnya terburai keluar.
Berbagai macam bentuk siksaan yang pedih, semua ada di dalam neraka. Namun demikian para penghuni neraka tidak mati dan tidak pula merasakan bisa istirahat dari siksaan yang sangat menyayat itu walau sekejap saja.
Mengenai luas dan dalamnya neraka, tidak disebutkan secara pasti di dalam nash Al-Qur’an maupun hadis. Yang pasti neraka itu pasi adanya, sebagai tempat memenjarakan, membalas dan menyiksa manusia dan jin yang menentang dan menjadi musuh-musuh Allah dan rasul-rasul-Nya.
Dan yang pasti neraka itu menampung dan cukup untuk menghimpun berapa pun banyaknya para penghuni yang akan mendekam di dalamnya. Sebagaimana firman Allah,
يَوْمَ نَقُوْلُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَـْٔتِ وَتَقُوْلُ هَلْ مِنْ مَّزِيْدٍ
“Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) kami bertanya kepada jahanam. Apakah kamu sudah penuh? Dia menjawab; masih adakah tambahan”? (QS. Qaf : 30).
Ngeri! Tempat yang penuh sesak dan panas, namun dipenuhi terus.
Kedahsyatan Bunga Api Neraka
Sebagai tempat penyiksaan, neraka merupakan lautan api yang menyala-nyala, bergejolak dan berkobar-kobar, dengan derajat kepanasan yang amat dahsyat. Untuk mendapatkan gambaran mengenai gejolak nyala api neraka dan kedahsyatan panasnya, sebagaimana firman Allah Swt.:
اِنَّ اللّٰهَ لَعَنَ الْكٰفِرِيْنَ وَاَعَدَّ لَهُمْ سَعِيْرًاۙ(64) خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ لَّا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (65).
“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagian mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.” (QS. Al-Ahzab : 64-65).
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Api yang kalian nyalakan di dunia ini adalah hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka jahannam. Para sahabat bertanya; ‘Demi Allah, yang ini saja (nyala api di dunia) sudah cukup (untuk menghanguskannya) ya Rasulullah?’ Beliau Saw. bersabda; ‘Sesungguhnya panasnya itu masih lebih enam puluh sembilan lagi, masing-masing dari semua bagian (dari enam puluh sembilan itu) memiliki tingkat kepanasan yang sama (seperti panasnya api di dunia yang hanya satu bagian saja).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Disebutkan di dalam riwayat lain, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Andaikan orang yang ada di dalam neraka jahanam atau penghuni neraka itu, dikeluarkan tangannya kepada penduduk dunia, niscaya terbakarlah dunia karena sangat panasnya api neraka itu.”
Lautan api neraka itu terus bergejolak menyambar-nyambar dengan dahsyatnya. Kobaran api itu tidak pernah surut, apalagi padam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra’ : 97:
وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّاۗ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا
"Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa Dia sesatkan, maka Engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka".
Bahan Bakar Api Neraka
Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan apa yang menjadi bahan bakar api neraka yang terus berkobar dan menyala dengan dahsyat itu. Seperti dijelaskan dalam ayat berikut ini:
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرىن.
“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disedikan bagi orang-orang kafir.” (Qs. Al-Baqarah : 24).
Oleh karena itu, marilah kita perhatian perintah Allah Swt. berikut ini :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" QS. at-Tahrîm/66:6).
Yang dimaksud bahan dengan bahan bakar ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api atau mengobarkannya, demikian menurut pendapat Imam Jauhari. Menurut ahli tafsir, manusia yang dijadikan sebagai bahan bakar api neraka itu adalah orang-orang kafir dan musyrik.
Adapun mengenai jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bahar neraka itu, pada hakikatnya hanyalah Allah Swt. yang tahu. Selain itu, Allah juga menjelaskan di dalam ayat yang lain bahwa bahan bakar neraka itu juga berupa orang-orang yang menyembah berhala dan berhala sembahannya itu.
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ (98) لَوْ كَانَ هَؤُلاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ (99)
“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Anbiya : 98-99).
Keganasan Binatang dan Pohon Neraka
Disebutkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin, Abdullah bin Jabir meriwayatkan dari Rasulullah Saw. bahwa Beliau bersabda; “Sesungguhnya di dalam neraka terdapat ular-ular, seperti leher unta, dan di dalam neraka juga terdapat kalajengking seperti keledai..”. Demikian ulama menggambarkan pedihnya siksa neraka tidak ada yang lalai dari ancaman itu.
Imam Mujahid berkata, bahwa ular-ular di dalam neraka jahannam itu leher-lehernya seperti unta, dan kalajengking seperti keledai. Sekali sengat, seluruh tubuh penghuni neraka mulai ujung rambut sampai ujung kaki, menjadi rontok dan sakitnya belum hilang selama empat puluh kali musim gugur.
Diterangkan dalam suatu riwayat bahwa di dalam neraka terdapat tujuh puluh ribu jurang, pada setiap jurang terdapat tujuh puluh ribu titik nyala api yang bergejolak, setiap titik api terdapat tujuh puluh ribu kampung. Setiap kampung terdiri tujuh puluh ribu rumah dari api, pada tiap-tiap rumah terdapat tujuh puluh ribu ular dan kalajengking yang ganas lagi berbisa. Setiap kalajengking mempunyai tujuh puluh ribu ekor untuk menyengat dan menggigit.
Adapun mengenai pohon-pohon yang ada di dalam neraka, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an, ada satu pohon yang bernama pohon Zaqqum yang tumbuh keluar dari dasar neraka jahim yang menyala-nyala.
Mayangnya seperti kepala setan dan buahnya menjadi makanan bagi penduduk neraka, sebagai firman Allah Swt;
ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلْمُكَذِّبُونَ -لَءَاكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّوم فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونََ فَشَٰارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْحَمِيمِ -فَشَٰارِبُونَ شُرْبَ ٱلْهِيمِ - هذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ ٱلدِّينِ.
“Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.” (Qs. Al-Waqiah : 51-56).
Aneka Macam Siksaan Penghuni Neraka
Sebagai tempat untuk mengurung, memenjara, dan menyiksa para musuh dan penentang Allah dan Rasul-Nya, neraka dipenuhi dengan segala macam siksaan yang sangat pedih. Siksaan itu menghancur-luluhkan seluruh tubuh mereka, namun setiap kali mereka hancur, maka diganti lagi dengan kulit yang lain, agar mereka benar-benar merasakan siksa yang amat pedih.
Allah Swt. berfirman;
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.” (Qs. Annisa : 56).
Para penghuni neraka itu terbelenggu dan terpancang pada pohon Zaqqum di dalam neraka, apa neraka masuk dari duburnya terus menyala-nyala keluar dari mulutnya, kedua telinganya dan dari kedua matanya. Mereka bergandengan dengan syetan dalam satu rantai dan belenggu digantungkan dengan lisannya sehingga otaknya mendidih, meleleh dan mengalir dari kedua hidungnya.
Tidak ada sedikitpun dari tubuh penghuni neraka itu yang tersiksa dan tidak terbakar oleh api neraka, baik tubuh bagian luar maupun bagian dalam. Semuanya dilumat dan dimakan oleh api neraka baik yang berupa kulit, daging, tulang belulang, otak, jantung, hati dan semua isi perut mereka, akan menjadi santapan api yang menyala-nyala itu.
Orang yang berpuasa memohon ridha dan surga serta senantiasa berlindung kepada Allah dari murka dan neraka. "Ya Allah, kami memohon ridha dan Surga-Mu, kami memohon perlindungan kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu". Ya Allah, sesungguhnya Engkau Tuhan yang Maha Pengampun, suka mengampuni, maka.ampunilah kami". Demikian antara lain doa-doa yang dilafalkan oleh para shaimun dan shaimat (orang yang berpuasa baik laki-laki maupun wanita).
Penutup
Demikian diantara gambaran pedihnya siksa api neraka. Semoga saya dan Anda semua diselamatkan oleh Allah dari pedihnya siksa.api neraka dengan memberi hidayat dan taufik-Nya selalu untuk.merawat iman, ikhlas, dan amal.saleh. Semoga dihidupkan dalam ketaatan dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Aamiim.
Wallahu A'lam.

0 Komentar