MAKNA UKHUWAH ISLAMIYYAH



Muhammad Yusuf

Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar

Gowa, 21/02/2021

Catatan Awal

Anda mungkin pernah mendengar tentang istilah Ukhuwah (persaudaraan) dengan lingkungan. Kesewenang-wenangan dan pengrusakan terhadap alam atau lingkungan membuktikan kegagalan manusia menjadi Khalifah. Sebab, tugas Khalifah antara lain adalah melestarikan alam dan memakmurkan bumi. Atas dasar itu ada sebagian pihak mencoba mengusulkan persaudaraan antara manusia dan lingkungan. Semua konsep persaudaraan - yang sesungguhnya sudah ditemukan di dalam Islam - dirumuskan sebagai respon terhadap aneka krisis yang muncul. Di samping itu, terjadinya penyempitan makna ukhuwah Islamiyyah pada tataran konsep dan realitas sosial.

Asal Kata 

Term ukhuwah yang biasa diartikan    sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata  akh yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi  kesan, persaudaraan meniscayakan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara. Perhatian merupakan poin utama dari persaudaraan.

Boleh jadi, perhatian itu pada mulanya  lahir  karena adanya persamaan diantara pihak-pihak  yang bersaudara, sehingga makna tersebut kemudian berkembang, dan pada akhirnya  ukhuwah diartikan  sebagai  "setiap  persamaan  dan  keserasian dengan pihak lain, baik persamaan keturunan, dari  segi  ibu,  bapak, atau keduanya, maupun dari segi persusuan". 

Secara majazi (alegoris) kata ukhuwah (persaudaraan) mencakup  persamaan salah satu unsur seperti suku, agama, profesi, dan perasaan. Dalam kamus-kamus bahasa Arab ditemukan bahwa kata akh yang membentuk  kata ukhuwah digunakan juga dengan arti teman akrab atau sahabat. Masyarakat Muslim mengenal istilah ukhuwah  Islamiyyah.

Ilmu Tata Bahasa Arab

Istilah ukhuwah Islamiyyah ini  perlu didudukkan maknanya secara tepat, agar bahasan kita tentang ukhuwah tidak mengalami kerancuan. Untuk itu, terlebih awal perlu dilakukan tinjauan kebahasaan untuk  menetapkan kedudukan kata Islamiyyah dalam istilah di atas. Selama ini ada kesan bahwa istilah tersebut bermakna "persaudaraan  yang dijalin oleh sesama Muslim", atau dengan  kata  lain," persaudaraan antar sesama Muslim", sehingga dengan  demikian, kata "Islamiyyah" dijadikan pelaku ukhuwah itu. 

Dari perspektif ilmu bahasa Arab ini kurang tepat. Kata Islamiyyah yang dirangkaikan dengan kata ukhuwah lebih tepat  dipahami  sebagai adjective (shifat), sehingga ukhuwah Islamiyyah berarti "persaudaraan yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam." Paling tidak, ada  dua alasan untuk mendukung pendapat ini.

Pertama, Al-Quran dan hadis memperkenalkan bermacam-macam persaudaraan, seperti yang akan diuraikan selanjutnya. Kedua, karena alasan kebahasaan. Di dalam  bahasa  Arab,  kata sifat (,صفحة) selalu harus disesuaikan dengan yang disifatinya (موصوف). Jika yang  disifati berbentuk indefinitif maupun feminin,  kata sifatnya pun harus demikian. Ini terlihat secara jelas pada saat kita berkata ukhuwwah  Islamiyyah dan al-Ukhuwwah al-Islamiyyah. Jadi pola susunan tersebut merupakan susunan maushuf wa shifat, dan bukan pola susunan mudhaf ilaih wa mudhaf. Bukan bermakna persaudaraan antara sesama umat Islam.

Penyempitan Makna

Jika dirujuk kepada keterangan Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab, beliau menjelaskan makna ukhuwah dan ukhuwah Islamiyyah sebagaimana penjelasan di atas. Saya pernah melakukan kritik terhadap pemaknaan istilah ukhuwah Islamiyyah dengan 'persaudaraan sesama umat Islam'.

Penggunaan istilah ukhuwah Islamiyyah yang dipersempit dan didangkalkan maknanya ketika  diartikan "persaudaraan sesama umat Islam". Setelah membaca keterangan di atas saya makin yakin bahwa memang benar terjadi penyempitan dan pendangkalan makna. Dan, pemaknaan tersebut seolah telah menjadi kesempatan umum tanpa kritik kecuali Prof. Quraish Shihab yang menerangkan makna berdasarkan analisis kebahasaan.

Selama ini kita sudah sangat familiar dengan trilogi persaudaraan (ukhuwah), yaitu persaudaraan antar sesama umat Islam  (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah Wathaniyah), dan persaudaraan sesama umat manusia (ukhuwah insaniyah). Saya memberi catatan untuk ukhuwah Islamiyyah apabila diterjemahkan dengan "persaudaraan antar sesama umat Islam". Sebab, susunan dan hubungan kedua kata tersebut adalah susunan maushuf dan shifat (shifat-maushuf).

Persaudaraan antar sesama Umat Islam

Persaudaraan antar sesama umat Islam mestinya susunannya ukhuwah bainal muslimin. Untuk ukhuwah Islamiyyah menurut saya, lebih tepat dimaknai "persaudaraan berdasarkan ajaran Islam". jadi, cakupan maknanya lebih luas dan lebih akomodatif (syamil). Sebab, ajaran persaudaraan di dalam Islam mencakup semua relasi makhluk Allah Swt.

Atas pertimbangan itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar menambahkan satu lagi, yaitu persaudaraan sesama makhluk hidup (ukhuwah makhluqiyah). Istilah ini tidak urgen kemunculannya seandainya ukhuwah Islamiyyah ditempatkan secara tepat. Pada dasarnya, ukhuwah Islamiyyah mencakup ukhuwah makhluqiyah.

Ada juga yang menambahkan satu dimensi persaudaraan lagi, yaitu persaudaraan lingkungan (Al-ukhuwwah Bi Al-Bi'ah). Istilah ini muncul untuk memperbaiki relasi manusia dengan alam atau lingkungan. Istilah ini juga muncul karena terjadi distorsi dan penyempitan makna terhadap konsep ukhuwah Islamiyyah.

Manusia sebagai Khalifah

Ajaran Islam telah mengatur relasi manusia dengan alam atau lingkungan. Posisi manusia sebagai Khalifah di bumi meniscayakan manusia untuk memelihara dan melestarikan alam. Sebagai Khalifah, manusia bertugas mengantar segala sesuatu untuk mencapai tujuan penciptaannya masing-masing.

 Relasi manusia dengan alam dan lingkungannya melahirkankan fiqh al-bi'ah. Begitu pula dalam perspektif tasawuf, dikenal istilah tajalli. Alam raya ini merupakan ayat-ayat Allah yang terhampar. Alam ini adalah tajalli atau penampakan kekuasaan. Belakangan kemudian memunculkan konsep eco-sufiam.

UKHUWAH DALAM AL-QURAN

Dalam  Al-Quran,  kata  akh  (saudara)  dalam  bentuk  tunggal (mufrad) ditemukan sebanyak 52 kali. Kata ini dapat berarti.

  1. Saudara kandung atau saudara seketurunan, seperti pada ayat yang  berbicara  tentang  kewarisan,  atau keharaman mengawini orang-orang tertentu, misalnya, "Diharamkan kepada kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan bapakmu, saudara-saudara perempuan ibumu, (dan) anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki ... (QS Al-Nisa [4]: 23)
  2. Saudara yang dijalin oleh ikatan  keluarga,  seperti  bunyi doa Nabi Musa a.s. yang diabadikan Al-Quran, Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku (QS Thaha [20]:29-30).
  3. Saudara dalam arti sebangsa, walaupun tidak seagama seperti dalam firman-Nya, Dan kepada suku 'Ad, (kami utus) saudara mereka Hud (QS Al-A'raf [7]: 65).Seperti telah diketahui kaum 'Ad membangkang  terhadap  ajaran yang dibawa  oleh Nabi Hud, sehingga Allah memusnahkan mereka (baca antara lain QS Al-Haqqah [69]: 6-7).
  4. Saudara semasyarakat, walaupun berselisih paham. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai 99 ekor kambing betina, dan aku mempunyai seekor saja, maka dia berkata kepadaku, "Serahkan kambingmu itu kepadaku"; dan dia mengalahkan aku di dalam perdebatan (QS Shad  [38]: 23).begitu pula dalam sebuah hadis, Nabi Saw. bersabda: "Belahlah saudaramu baik ia berlaku aniaya, maupun teraniaya". Ketika beliau ditanya seseorang, bagaimana cara membantu orang yang menganiaya, beliau menjawab, Engkau halangi dia agar tidak berbuat aniaya. Yang demikian itulah pembelaan baginya. (HR Bukhari melalui Anas bin Malik)
  5. Persaudaraan seagama atau seakidah. Ini ditunjukkan oleh firman Allah dalam surat Al-Hujurat  ayat10 "Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.

Di atas telah dikemukakan bahwa dari segi bahasa, kata ukhuwah dapat  mencakup  berbagai  persamaan. Dari sini lahir lagi dua macam persaudaraan, yang walaupun secara tegas  tidak  disebut oleh  Al-Qur'an  sebagai  "persaudaraan",  namun  substansinya adalah persaudaraan. Kedua hal tersebut adalah: 

Pertama, saudara sekemanusiaan (ukhuwah insaniyyah). Al-Quran menyatakan bahwa semua manusia diciptakan oleh  Allah dari  seorang lelaki dan seorang perempuan (Adam dan Hawa) (QS Al-Hujurat [49]: 13). Ini berarti bahwa semua  manusia  adalah seketurunan dan dengan demikian bersaudara. 

Kedua, saudara semakhluk (ukhuwah makhluqiyah) dan seketundukan kepada Allah. Di  atas  telah  dijelaskan  bahwa  dari  segi bahasa kata akh (saudara) digunakan pada berbagai bentuk persamaan. Dari  sini lahir persaudaraan   kesemakhlukan (ukhuwah makhluqiyah).  Al-Quran  secara  tegas menyatakan bahwa: "Dan tidaklah (jenis binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya) kecuali umat-umat juga seperti kamu (QS Al-An'am [6): 38). 

Catatan Akhir

 Analisa terhadap makna ukhuwah Islamiyyah pada akhirnya tiba pada kesadaran bahwa apapun istilah yang digunakan tidak membatalkan makna dan cakupan persaudaraan universal yang diajarkan Islam. Perbedaan dan keragaman itu adalah sunnatullah. Sedangkan persaudaraan yang terjalin atas dasar kemanusiaan dan kemakhlukan merupakan. 

Ajaran universal Islam. Jika hidup berdasarkan perikemanusiaan, maka tindakan akan selalu menjunjung tinggi hak dan kewajibannya.Jika masyarakat hidup berdasarkan perikemakhlukan maka tindakan pengrusakan terhadap tatanan sosial dan lingkungan Ajaran persaudaraan dalam Islam senantiasa merujuk pada ajaran universal rahmatan lil alamaiin Rahmat untuk semesta alam. Jadi seluruh pemilihan kategori persaudaraan dikemukakan tersebut tercakup dalam satu istilah ukhuwah Islamiyyah. Wallahu a'lam bishsh-shawab.

Salam!


Posting Komentar

0 Komentar