Samata, 25/1/2021
Oleh: Muhammad Yusuf. Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar
Kali ini saya berupaya menggunakan bahasa yang - mudah-mudahan- gampang dipahami, terasa santai membacanya dengan menghindari kata yang diduga sulit dipahami. Ya,... setidaknya pembaca tak kesulitan untuk memahaminya. Saya bermaksud mengajak kita menyelamatkan ide dan merawatnya dengan menulis. Kenapa harus ditulis? Agar ide kita tidak hilang tak berjejak. Dan bagaimana tipsnya?. Berikut saya mencoba menarasikan sebagian diantaranya.
Menulis merupakan perintah yang bersamaan dengan perintah membaca. Term "iqra'" (bacalah) dan "al-qalam" (pena) menunjukkan konsep revolusi peradaban manusia. Membaca dan menulis merupakan titik star awal peradaban. Gerbang utama peradaban adalah membaca dan menulis. Fakta ini tak terbantahkan. Jika melakukan tindakan membaca dan menulis berarti Anda sedang merangkai peradaban masa depan. Ujung pena Anda menentukan ke arah mana gerak peradaban.
Menulis merupakan ruang tak terbatas untuk menuangkan pikiran para penulis. Mulai dari sekadar status di sosial media, karya-karya puisi atau cerita pendek, bahkan sampai konten bertema serius di blog. Tanpa sadar, membaca dan menulis sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kita.
"Bagaimana cara menjadi penulis? Saya mau jadi penulis". Pertanyaan dan pernyataan ini sangat sering jumpai di berbagai kesempatan, terutama ketika membawakan materi di hadapan peserta pelatihan. Teridentifikasi bahwa peserta yang paling sering bertanya serupa ini adalah mereka yang berstatus mahasiswa. Ada juga dosen. Saya balik bertanya: "Mau jadi penulis apa?". Memang tak mudah memberikan jawaban. Sebab, pengalaman menulis itu berbeda-beda.
Mungkin Anda ingin lebih serius dalam menulis dan meningkatkan kemampuan menulis Anda, baik untuk sekadar mengisi postingan blog pribadi maupun yang profesional dan telah menelurkan buku.
Menjadi penulis butuh proses dan masa. Menjadi penulis hebat butuh kerja keras dan dedikasi, tapi semua itu sepadan dengan hasilnya. Tak ada penulis yang sempurna, tetapi tiap penulis bisa menyempurnakan karyanya dengan menjadi penulis yang lebih baik lagi. Terlepas dari kamu penulis pemula atau profesional, tetap butuh proses dan keteguhan.
1. Seringlah membaca karya penulis ternama.
Sering-sering membaca karya sastra penulis-penulis yang lebih dulu tenar akan membuatmu lebih peka dalam menulis nantinya. Membaca juga bisa menjadi proses meniru karya-karya besar yang dapat diadaptasi. Kalau And jarang membaca, Anda tak akan tau seperti apa tulisan yang bakal jadi hits atau bagaimana menuliskannya. Penulis yang baik adalah penulis yang punya banyak bacaan berkualitas. Membaca adalah menginvestasi ide untuk dinarasikan dalam tulisan
Sebagai penulis, membaca adalah awal yang baik untuk segalanya. Lewat ini, Anda akan tau gimana mekanisme penulisan yang baik, dan gaya seperti apa yang cocok buatmu. Membaca juga bisa membuahkan pandangan atau inspirasi baru untuk tulisanmu.
2. Banyak-banyak berlatih menulis
Ibarat pisau yang perlu diasah biar tetap tajam, kemampuan menulismu juga harus dilatih setiap hari agar kamu bisa menulis dengan semakin baik ke depannya. Menulislah sesering mungkin: di blog, buku harian, atau media sosial tentang kamu, sahabatmu, pengalamanmu, atau apapun yang bisa kamu tuangkan menjadi tulisan. Makin sering Anda melakukan latihan, tulisanmu akan makin tajam, dan kamu juga akan bisa semakin lepas dalam mengekspresikan pikiranmu,
3. Selalu catat idemu
Tulis idemu dimanapun dan kapanpun. Ke manapun kamu pergi, selalu bawa sebuah buku catatan kecil bersamamu. Nah, setiap ada ide yang terlintas di kepalamu, langsung tuliskan aja. Jangan terbiasa nunggu nanti, karena ide-ide tersebut gampang menguap dari pikiranmu. Mereka bisa berupa ide cerita, artikel, dan karakter,
Tuliskan juga percakapan menarik yang Anda dengar, bait lagu atau puisi yang membuatmu tergugah, atau bisa juga detil visual dari tempat yang kamu lewati. Ketika kamu baca ulang catatan ini, mungkin aja ada bagian yang menginspirasi atau justru bisa langsung dimasukkan ke cerita yang sedang Anda garap.
4. Ciptakan ritual menulis
Sisihkan waktu khusus dalam satu hari untuk menulis tanpa gangguan, dan jadikan kegiatan ini rutinitas. Anda bisa menggunakan waktu pagi, siang, atau tengah malam. Tapi pastikan Anda melakukannya setiap hari setidaknya setengah jam. Anda bisa melakukan di pagi hari sambil meminum kopi kesukaan Anda. Atau, boleh juga waktu yang lain yang menurut Anda lebih tepat.
Lama-kelamaan, Anda akan punya konsentrasi dan kesabaran yang cukup untuk menulis selama beberapa jam per hari. Itu semua bakal membantu Anda menjadi penulis yang lebih baik.
5. Tulis saja
Waktu kertas atau layarmu kosong karena Anda tak tau hendak menulis apa, jangan tergoda untuk melakukan hal yang akan memecah konsentrasimu — seperti ngecek Facebook atau rebus mie instan. Jangan lakukanbitu. Tetaplah gerakkan jemarimu dan mulailah menulis apapun yang terlintas di benakmu.
Ketika Anda sudah memulai, proses berikutnya akan jadi lebih gampang. Biarkan aja segala ide mengalir, dan kerjakan tanpa berharap jadi sempurna. Semua bisa diperbaiki nanti. Yang penting, tetaplah berada di aliranmu. Kuncinya adalah memulai lanjutkan, biasakan, tingkatkan, dan jangan pernah tinggalkan lagi
6. Hilangkan semua gangguan
Menulis akan kurang berjalan dengan baik kalau ada banyak hal yang mengalihkan konsentrasimu, seperti suara-suara bising atau multitasking. Menulis perlu dilakukan dalam keadaan tenang dan bebas gangguan. Ada pula yang menikmati bila sambil mendengarkan musik. Terserah, yang mana saja membuat Anda betah dan berkonsentrasi melahirkan tulisan bermanfaat dan bermanfaat.
Matikan aplikasi pesan instan, e-mail, telepon genggam, TV, dan bereskan mejamu. Kunci pintu kamarmu: pastikan tak ada orang yang bisa menginterupsi Anda saat sedang menulis.
7. Rencanakan apa yang mau Anda tulis
Akan lebih baik apabila Anda sudah punya ide sebelum Anda mulai duduk dan menulis. Tak perlu bingung lagi cari-cari ide untuk tulisanmu, karena proses brainstorming telah Anda lakukan lebih awal.
8. Bereksperimen
Mengikuti jejak penulis-penulis besar bukan berarti meniru mereka sama persis. Cobalah hal-hal baru, ambil bagian kecil dari beragam penulis favoritmu dan bereksperimenlah dengan gaya menulismu sendiri. Anda bisa mencoba atau bahkan menemukan kata-kata baru. Mencoba banyak hal akan membuatmu kaya, dan kamu akan menemukan mana yang cocok sama style-mu.
9. Revisi dan edit tulisanmu
Ketika And sudah berhasil menuangkan ide ke dalam teks, bereksperimen, dan membiarkan semua mengalir keluar, Anda perlu kembali lagi ke belakang dan membaca ulang tulisan yang telah tulis.
Banyak penulis yang ogah melakukan revisi karena itu dianggap menyita waktu. Tapi jika Anda mau jadi penulis yang baik, kamu harus sadar bahwa selalu ada yang harus diperbaiki dari draft pertamamu. Baca ulang semuanya, perbaiki paramasastra yang keliru, ejaan yang salah atau kalimat yang kurang pas dan membingungkan. Jika memungkinkan, minta kawan Anda untuk membaca dan mencoret yang salah. Dan lebih baik bila teman Anda menuliskan perbaikan menurutnya. Anda mengikuti atau tidak, itu soal lain. Setidaknya, sudah ada yang bisa Anda pertimbangkan sebagai alternatif perbaikannya. Jika Anda tidak bisa memaksimalkan, jangan buru-buru membuangnya. Simpan saja dulu di.laci meja atau di bundelan atau di file Anda. Suatu waktu ada ide dan semangat, maka Anda bisa lanjutkan dan menyempurnakannya.
10. Buat yang ringkas
Saat Anda merevisi tulisan Anda, sunting ulang kalimat dan paragraf. Buang hal-hal yang tidak penting dan pertahankan yang esensial. Kalimat yang sederhana tapi jelas itu lebih baik daripada kalimat yang bertele-tele dan membingungkan pembaca.
11. Gunakan kalimat yang efektif
Setelah Anda bisa membuat kalimat yang lebih ringkas dan esensial, fokuskan untuk menyusun kalimat yang efektif bagi pembaca, yang menimbulkan kesan kuat dan berkarakter. Tidak harus tiap kalimat juga, karena Anda tentu butuh variasi juga. Ini lebih gampang dilakukan pada saat merevisi tulisan, karena mungkin Anda belum mendapat idenya pada draf awal.
12. Dapatkan umpan balik
Setelah And selesai dengan tulisan, temukan orang untuk membaca tulisanmu: Kalau bisa, penulis yang Anda anggap lebih berpengalaman atau seseorang yang sering membaca dan bisa memberikan umpan balik yang jujur dan cerdas. Dengarkan mereka dan pahami dengan baik setiap kritikannya, karena itulah yang nantinya akan membuatmu berkembang lebih jauh dan melejit secara spektakuler.
13. Buat tulisanmu bisa dibaca khalayak luas.
Kalau kamu udah punya karya, bikin biar karyamu bisa dibaca khalayak luas. Bisa Anda terbitkan sendiri jadi buku (kamu bisa publish buku sendiri di situs semacam Nulisbuku), atau Anda posting di blog. Promosikan juga hasil publikasi karya Anda lewat jejaring sosial biar makin banyak yang baca.
14. Berusaha lebih komunikatif
Terdapat berbagai macam gaya menulis. Ada yang baku dan yang serius, ada juga yang santai dan seperti orang yang bercakap-cakap. Anda harus komunikatif alias tahu apa yang bisa dimengerti dan diterima pembaca. Terlepas dari itu, tetap perhatikan tata bahasa dan tanda baca. Yang paling utama adalah lakukan secara konsisten.
15. Memberikan kesan yang kuat pada awal dan akhir tulisan
Penting dari sebuah tulisan untuk memiliki bagian awal yang bisa “mencuri” perhatian. Kesan pertama turut menentukan. Jika bagian awal tulisan Anda tidak mengena bagi pembaca, mereka akan malas baca bagian selanjutnya.
Jadi setelah kamu menyelesaikan draf awal, luangkan sedikit waktu untuk menyusun awal yang bagus. Buat mereka tertarik untuk terus membaca sampai selesai. Jangan lupa membuat akhir yang kreatif, biar pembaca menantikan tulisanmu yang selanjutnya. Kesan akhir membuat pembaca penasaran tak sabar menunggu tulisan Anda selanjutnya.
Jadi seorang penulis itu memang tidak bisa instan. Semua ada prosesnya, dan lewat proses inilah kamu berkembang menjadi penulis yang lebih baik. Yang penting, tetap produktif dan terus berkarya.
Tentu setiap orang mempunyai gaya tersendiri. Sehingga, tidak ada tips yang baku. Anda bisa mencari dan menemukan sendiri tips yang cocok untuk Anda. Yang pasti, tulislah ide Anda sebelum hilang tak berjejak. Semoga bermanfaat untuk Anda!

0 Komentar