A. Mengemban amanah sebagai ketua yayasan Majid raya Makassar
Sepeninggal Anregurutta Sanusi Baco, menyebabkan masyarakat muslim di Sulawesi Selatan berpikir keras mencari sosok-sosok pengganti yang tepat dan berterima. Hal itu beliau meninggalkan beberapa peran sosial keagamaan.
Sebagai Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan, ketu umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Sulawesi Selatan, Ketua Umum Yayasan Masjid Raya Makassar, dan berbagai posisi penting lainnya.
Posisi Ketua Umum Yayasan Masjid Raya Makassar dilanjutkan oleh AGH. Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) digantikan oleh AGH. Prof. Dr. KH. Najamuddin Haji Abduh Shafa, Lc., M.A. begitu pula dengan posisi beliau sebagai Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan. Prof. Dr. KH. Najamuddin Haji Abduh Shafa, Lc., M.A. adalah adik kandung dari AGH. Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A. dan AG. Drs. K.H. Muh. Harisah HS, pendiri Pondok Pesantren An-Nahdlah Ujung Pandang (kini Makassar).
B. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Muktamar PBNU pada tahun... Membawa nama AGH. Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A. ke pusat, dimana beliau terpilih sebagai mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
C. Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan
Setelah masa kepemimpinan Prof. Dr. KH. Najamuddin Haji Abduh Shafa, Lc., M.A. maka peserta mubes mengajukan nama AGH. Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A. untuk menggantikan posisi adiknya sebagai Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan bersama AG. Prof. Dr. KH. Hamzah Harun, LC., M.A. sebagai Ketua Umum Tanfidziah PWNU Sulawesi Selatan untuk kedua kalinya.
D. Memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar
Kini tengah menahkodai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar untuk periode kedua. AGH. Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A. menjadi ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota untuk menjadi mitra pemerintah kota Makassar dalam mengawal pembangunan khususnya bidang sosial keagamaan agar menjadi kondusif.
E. Khadim Tarekat Al-Muhammaiyah as-Sanusiyah Idrisiyah Indonesia
Pertemuan AG. Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A. dengan Datok Dr. H. Muhammad Fuad bin Kamaluddin, LC., M.A. yang merupakan Mursyid Tarekat Al-Muhammaiyah as-Sanusiyah Idrisiyah Asia berkedudukan di Malaysia maka ia diba'iat sebagai Mursyid tarekat untuk Indonesia. Beliau juga diba'iat sebagai Mursyid tarekat ini oleh Sayyidi Dr. Syaikh Muhammad Nafi al-'Arabi yang merupakan Mursyid tarekat tingkat dunia yang berkedudukan di Mesir.
F. Membina pengajian setiap hari Ahad untuk umum jamaah tarekat
Jamaah yang telah berbai'at atau menyatakan janji setia selanjutnya diarahkan untuk mengikuti pengajian setiap hari Ahad pagi.
Kegiatan pengajian didahului oleh Wirid dan zikir serta doa secara berjamaah. Disamping teknik zikir, cara duduk, dan teknik-teknik pernapasan pun dilatihkan kepada jamaah. Majelis senantiasa dipenuhi oleh berbagai kalangan terdiri dari laki-laki dan perempuan, remaja millenial, paruh baya dan orang tua, PNS, pengusaha, rakyat biasa dan pejabat.
G. Membina pengajian pada hari Sabtu
Pengajian pada hari Sabtu dilakukan sekali dalam dua pekan. Pengajian ini bukan untuk umum. Pengajian khusus tingkat tinggi, sehingga disebutnya sebagai "kajian". Pesertanya umumnya para kyai, ustadz, mubaligh, dosen, doktor, bahkan profesor. Buku atau kitab yang dikaj antara lain kitab Fushush al-Hikam kaya Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabi dan kitab Futuhal al-Makkiyah.
0 Komentar