PESAN AKADEMIK UNTUK ALUMNI FAH YANG DIYUDISIUM

Oleh: Muhammad Yusuf 

Yudisium merupakan momen penting dalam perjalanan akademik seorang mahasiswa. Lebih dari sekadar pengumuman kelulusan, yudisium adalah simbol pengakuan atas kerja keras, dedikasi, dan proses pembelajaran yang telah dilalui. Hakikat yudisium bukan hanya menyatakan bahwa mahasiswa telah memenuhi semua persyaratan akademik, tetapi juga menjadi titik awal memasuki dunia profesional. Ini saat di mana ilmu dan pengalaman yang diperoleh diuji untuk diterapkan di kehidupan nyata. Oleh karena itu, yudisium menjadi momentum penting yang menandai transisi dari dunia mahasiswa menuju tanggung jawab baru sebagai insan yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

1. Tentang Syukur kepada Allah

“Di hadapan ilmu, kita hanya setitik debu di tengah semesta tanda-tanda-Nya. Pada hari ini, ketika gelar akademik disematkan, marilah kita menundukkan hati dan mengangkat rasa syukur setinggi-tingginya kepada Allah. Sebab bukan hanya pengetahuan yang kita dapatkan, tetapi juga perjalanan batin yang ditempa oleh waktu, ujian, dan pertolongan-Nya yang tak pernah putus.”

2. Tentang Terima Kasih kepada Orang Tua, Dosen, dan Tenaga Kependidikan

“Ijazah ini bukan sekadar dokumen akademik, tetapi lembaran cinta dan pengorbanan. Terlipat di dalamnya doa kedua orang tua yang tak bersuara namun selalu bekerja; kesabaran para dosen yang menuntun dengan ilmu dan teladan; serta dedikasi para staf yang menjaga ritme akademik berjalan. Semoga Allah memberikan keikhlasan yang terus hidup dalam hati mereka, kesehatan yang tak lekang oleh usia, dan pahala yang terus mengalir seperti pengetahuan yang mereka ajarkan.”

3. Tentang Kerendahan Hati dan Menjadi Pembelajar Seumur Hidup

“Ilmu tidak berakhir di ruang kuliah; ia tumbuh bersama langkah kita menuju kehidupan yang nyata. Maka tetaplah rendah hati, sebab kerendahan hati adalah rumah bagi kebijaksanaan. Jadilah pembelajar yang tak pernah letih mencari—sebab dunia berubah, masyarakat bertransformasi, dan siapa yang berhenti membaca akan tertinggal oleh mereka yang terus belajar.”

4. Tentang Adaptasi dan Kiprah di Masyarakat

“Alumni Adab dan Humaniora bukan hanya ahli bahasa, penjaga arsip pengetahuan, atau peneliti sejarah; kalian adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dimanapun kalian ditempatkan, beradaptasilah dengan kearifan, pahami denyut masyarakat, dan bangunlah harmoni dengan lingkungan sekitar. Jadikan ilmu kalian cahaya yang memudahkan orang lain melihat arah—bukan sekadar tanda bahwa kalian pernah belajar, tetapi bukti bahwa kalian terus memberi manfaat.”

5. Penutup Reflektif

“Hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari bab yang lebih luas. Semoga langkah-langkah kalian menjadi saksi bahwa ilmu adalah amanah, adab adalah identitas, dan kemanusiaan adalah tujuan. Berangkatlah dengan syukur, bergeraklah dengan ilmu, dan mengabdilah dengan hati yang penuh keikhlasan.”

Posting Komentar

0 Komentar