Dalam kehidupan sehari-hari kerap kali kita melakukan hal-hal yang mungkar (tidak pantas), namun kita kadang kita tidak menyadari. Repotnya, karena masih dianggap wajar (makruf). Mungkin karena terprovokasi dengan kebebasan berbicara, sehingga mengaggap kita berhak dan bebas melakukannya.
Benar, kita berada dalam era kebebasan. Tapi, ingat! Kebebasan kita tidak semestinya mengganggu kenyamanan orang lain. Karena itu kita mesti mengontrol ucapan dan perbuatan kita agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Kurang lebih 15 abad silam, Nabi Muhammad Saw. menjelaskan siapa sesungguhnya seorang muslim itu?
Rasulullah Saw. bersabda:
الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ُ Ù…َÙ†ْ سَÙ„ِÙ…َ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ُونَ Ù…ِÙ†ْ Ù„ِسَانِÙ‡ِ ÙˆَÙŠَدِÙ‡
“Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. (Hadis Shahih, Riwayat Muslim, Lihat Shahiihul jaami’ No. 6709).
Di dalam hadis ini, Rasulullah mengabarkan tentang salah satu sifat diantara sifat-sifat seorang muslim yang sempurna dalam keislamannya.
Beliau kabarkan -- seorang muslim yang sempurna dalam keislamannya akan senantiasa menjaga dirinya dari menzalimi orang lain dalam bentuk apapun. Sehingga, orang-orang merasa aman dari dirinya.
Perkataan beliau “merasa aman dari lisannya…” mencakup gangguan dengan bentuk ucapan maupun dengan gerakan lisan yang bersifat melecehkan dan meremehkan orang lain.
Diantara ucapan tidak etis yang terjadi adalah:
1. Jangan menelpon seseorang berturut-turut. Kalau tidak dijawab, berarti mereka sedang ada hal yang penting. Kirim pesan setelah itu dan tanyakan kapan waktu yang tepat untuk menelpon.
2 . Jangan sesekali memesan menu yang mahal saat ditraktir. Lebih elok, minta orang yang mentraktir untuk pilihkan menu.
3. Janganlah bertanya hal2 janggal seperti ini, "Oh, belum kawin ya? Umur sudah berapa nih?", atau "Belum ada anak yah? Kan sudah lama kawin?", "Kenapa belum beli rumah?". Itu hal pribadi. Tidak perlu ditanyakan. Bukan urusan kita.
4. Selalu buka dan pegangkan pintu untuk orang dibelakang kita, terutamanya orang tua atau ibu yg sedang mengendong anak. Tidaklah rugi membantu untuk memudahkan orang lain.
5. Berhati-hati dalam bercanda. Tidak semua orang bisa menerima cara kita. Kalau orang tidak suka, hentikan. Jangan diulang lagi.
6. Saat menerima pesan, balas walaupun terlambat atau sedang sibuk. Ingat, bukan kita saja yang sibuk. Saat mempunyai waktu, tetap balas dan mohon maaf atas keterlambatannya.
7. Beri pujian di depan orang ramai, tetapi beri kritikan secara pribadi dan saat sendiri. Usahakan untuk menambah kebaikan, bukan membuka aib.
8. Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak diajak atau diikut sertakan.
9. Hormati seseorang pada nilainya, bukan jabatan atau posisi. Seorang tukang cuci layak dilayani sama seperti seorang CEO. Mereka sama-sama manusia. Layanan kita yang penuh adab adalah cerminan nilai dalam diri kita.
Mari budayakan saling menghormati

0 Komentar