Prolog
Sambil duduk menunggu pesanan makanan bersama istri dan anak-anak kami, saya merenungkan peristiwa berdarah akibat perlakuan tetangga sendiri. Betapa sadisnya perlakuan itu. Sampai di situ yang saya ketahui. Entah ada masalah sebelumnya, yang saya baca, korban menegur pelaku karena suara musiknya mengganggu karena volumenya yang tinggi. Sementara ada yang orang yang sakit di rumah korban, sehingga membuktikan ketenangan.
Dalam Islam, tetangga adalah rezeki. Mencari tau dan mengenal calon tetangga lebih diprioritaskan sebelum membangun rumah. Islam pun memberikan tuntunan agar berbuat baik kepada tetangga. Hidup bertetangga mengakibatkan adanya hak dan kewajiban. Begitu pentingnya tetangga, Rasulullah Saw. mengajarkan agar kita memohon perlindungan dari tetangga yang buruk.
Peristiwa Berdarah Oleh Tetangga
Berita hari ini (5/6/2021), seorang anak dan bapak di Kabupaten Takalar, Sulsel, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami luka bacok parang di sekujur tubuhnya. Mereka dianiaya oleh tetangganya sendiri karena tidak terima ditegur saat membunyikan musik.
Anak dan bapak yang dibacok parang ini masing-masing, Sirajuddin, 16 tahun dan Sultan Dg Mabe, 46 tahun. Mereka dianiaya di rumahnya, Dusun Borong Calla, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, pada Kamis 3 Juni 2021, malam.
Kapolsek Galesong Utara Takalar, AKP Aris Sumarsono mengatakan, kedua korban yang tak lain anak dan bapak ini dianiaya oleh dua orang tetangganya sendiri yang tak lain juga anak dan bapak. Para pelaku menganiaya korban dengan membacoknya dengan parang.
“Korban anak dan bapak. Sementara pelaku juga anak dan bapak. Mereka masih tetangga,” kata Aris kepada Limapagi.com, Jumat 4 Juni 2021.
Kedua pelaku yang menganiaya korban ini masing-masing, Hamid Daeng Ruppa, 55 tahun dan Iwan, 24 tahun. Mereka tega menganiaya korban karena tidak terima ditegur saat membunyikan musik dengan suara tinggi.
“Di rumah korban ada orang sakit, sehingga menegur pelaku karena suara musiknya besar. Tapi ternyata pelaku tidak terima dan mendatangi korban lalu dianiaya,” tambahnya.
Akibat penganiayaan tersebut, Sultan Daeng Mabe mengalami luka serius dengan robek pada jidat, kelopak mata, kepala belakang, tangan kiri, paha kanan, lutut kiri dan luka robek pada pelipis. Sementara itu, anaknya mengalami luka robek di pinggang sebelah kiri dan luka di lutut sebelah kanan.
“Sultan dirawat di RS Polri Bhayangkara Makassar dan anaknya dirawat jalan,” ucap dia.
Mantan Kasat Narkoba Polres Bulukumba ini menerangkan bahwa, dalam peristiwa berdarah tersebut, pihaknya telah berhasil menangkap salah satu pelaku bernama Hamid. Sementara anak pelaku bernama, Iwan berhasil melarikan diri dan dalam pengejaran kepolisian.
Doa Berlindung dari Tetangga yang Jahat
Alomuslim.com – Teman maupun tetangga merupakan orang-orang yang dapat mengantarkan kita menjadi penghuni Surga atau Neraka. Ketika kita berteman atau bertetangga dengan orang-orang shalih, tentu kita akan memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat. Karena kita senantiasa akan diingatkan dan diajak pada kebaikan. Dan tentunya juga ia akan mengajak kita ke Surga.
Sementara jika kita berteman atau bertetangga dengan prang-orang yang jahat dan buruk agamanya, tentu kita akan memperoleh keburukan di dunia dan akhirat. Karena kita akan senantiasa diajak pada keburukan. Kehiduan kita akan diganggu dengan berbagai perbuatan dan perilaku jahatnya. Teman atau tetangga seperti ini akan menjebak kita ke Neraka. Maka sungguh buruk ketika kita sampai berteman atau bertetangga dengan orang-orang seperti itu.
Rasulullah Saw. pernah mengajarkan kepada para sahabat dan umatnya untuk berdoa agar dilindungi dari teman maupun tetangga yang jahat, berikut doanya :
اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ، فَإِنَّ جَارَ الْبَـادِيَةِ يَتَحَوَّلُ
“Allaahumma innii a’udzubika min jaari suu’I fii daaril muqaamati, fainna jaaral baadiyati yatahawwalu.”
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku, karena tetangga orang Badui (desa) itu berpindah-pindah. (hasan. HR. Bukhari no. 117, al-Hakim I/532, an-Nasa’i VIII/274)
اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ، وَمِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ سَاعَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ صَاحِبِ السُّوْءِ، وَمِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ
“Allaahumma innii a’udzubika min yaumis suu’I, wa min lailatis suu’I, wa min saa’atis suu’I, wa min shaahibatis suu’I, wa min jaaris suu’I fii daaril muqaamati.”
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, juga malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang jahat, serta tetangga yang jahat pada tempat tinggal tetapku. (hasan. HR. Ath-Thabrani XVII/294, no. 810)
Demikianlah beberapa doa yang bisa kita amalkan untuk berlindung dari teman maupun tetangga yang jahat menurut sunnah Rasulullah Saw.
Wallahu A'lam.

0 Komentar