PROLOG
Seperti lensa kamera yang menjadi kotor, seiring perjalanan kita sebagai orang Muslim, mata hati kita pun bisa terburamkan oleh “debu” dan “kotoran” dunia ini. Kalau kita tidak awas, segala ketakutan dan kekuatiran dunia perlahan-lahan akan menyelubungi hati kita dan membutakannya. Pada akhirnya, kita tidak lagi dapat menangkap kebenaran waktu.
Setiap saat dan sepanjang hayat masih dikandung badan, tugas menjaga dan membersihkan hati adalah tugas yang melekat tanpa henti. Hati yang tak terurus akan terselubungi oleh aneka jenis kotoran. Ibarat cermin, jika tidak dilap dan dibersihkan setiap saat maka akan tertutupi secara bertahap oleh banyak debu. Sehingga tidak bisa dipakai lagi untuk melihat bayangan dengan jelas. Berbeda halnya dengan cermin yang selalu dijaga dan dibersihkan dengan disiplin maka cermin akan bersih dan menghasilkan bayangan yang jelas.
SELUBUNG HATI
Selubung hati memiliki daya pesona yang kuat. Sehat, kuat, tahta, harta, kekuasaan kerap menjadi selubung hati. Fir'aun diselubungi hatinya oleh kekuasaan dan jabatan selama 400 th usianya. Qarun diselubungi hatinya oleh harta.
Nabi Ayyub a.s. dibuka selubung hatinya dengan penyakit. Nabi Yunus a.s. dibuka selubung.hatinya ketika ditelan ikan. Nabi Muhammad Saw. dibuka selubung hatinya dengan mewafatkan manusia-manusia yg menjadi sandarannya agar beliau hanya bersandar pada Allah.
Manusia beriman dibuka selubung hatinya dengan rasa lapar dan dahaga. Orang berpuasa dibuka selubung hatinya dengan menghilangkan rasa kepemilikannya yg berlebihan terhadap harta melalu zakat, shadaqah, infaq agar ia menyadari bhw harta akan musnah pada waktunya. Hanyalah Allah yg kekal.
Dengan membuka selubung hati, manusia akan menampakkan ego otentik (suara kebenaran dan kebaikan). Zakat dan permaafan sebagai pembuka selubung hati dari dengki, dendam, monopoli agar hati dan nuraninya tercerahkan untuk menyingkap cahaya Ilahi. Di
LIRIK LAGU: Jagalah hatiq
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian bersih pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih prestasi mudah diraih
Jika hati berkarat semua terasa berat segeralah bersholawat kepada Nabi Muhammad
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian suci tak ada yang tersakiti pribadi menawan hati ciri mukmin sejati
Namun bila hati busuk pikiran jahat merasuk
akhlak kian terpuruk jadi mahluk terkutuk
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Shalatullah Salamullah
Alla Toha Rasullilah
Shalattullah Sallamullah
Alla Yasin Habibillah
Tawassalna Bibismillah
Wabil Hadi Rasulillah
Wakulli Mujahidilillah
Bi Ahlil Badri Ya Allah
Jagalah hati mulai saat ini
Jagalah hati dari iri dan dengki
Jagalah hati ingatlah ilahi
Jagalah hati sholawat pada nabi
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian bersih pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih prestasi mudah diraih
Namu bila hati keruh batin selalu gemuruh
seakan dikejar musuh dengan Allah kian jauh
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Shalatullah Salamullah
Alla Toha Rasullilah
Shalattullah Sallamullah
Alla Yasin Habibillah
Tawassalna Bibismillah
Wabil Hadi Rasulillah
Wakulli Mujahidilillah
Bi Ahlil Badri Ya Allah
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
HATI DALAM AL-QURAN
Dalam Al-Quran, kata qalb sendiri telah disebutkan sebanyak 132 kali. Allah Azza Wa Jalla menjelaskan bahwa hati nurani (qalbu) manusia itu mudah terbolak-balik, bisa menjadi tempat bersarangnya penyakit, dan bisa pula sebagai tanda keimanan seseorang.
Qalbu manusia mudah berbolak-balik
Allah SWT menjelaskan bahwa hati nurani manusia itu mudah berubah. Kadangkala di jalan yang benar dan adakalanya manusia menjadi khilaf.
وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَ أَبْصَارَهُمْ
“Dan Kami bolak-balikan hati mereka dan penglihatan mereka.” (QS. Al-An’am: 110)
Qalbu manusia bisa menjadi tanda keimanan
Hati nurani manusia juga bisa menjadi pertanda keimanannya. Seseorang yang ta’at kepada Allah, hatinya akan bergetar bila mendengar ayat-ayat Al-Quran dilantunkan.
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَا
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu Al-Qur’an) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (QS. Az-Zumar: 23)
Qalbu manusia bisa mengeras
Seseorang yang terlena dengan nikmat duniawi, tamak harta, jarang berdizkir, maka hatinya akan mengeras laksana batu. Mereka adalah orang-orang yang disesatkan oleh Allah SWT dan tertutup qalbunya dari kebenaran.
مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
“Kemudian hati-hati mereka menjadi keras setelah itu, maka ia pun laksana batu, atau bahkan lebih keras lagi [ketimbang batu]. Padahal, sesungguhnya di antara batu-batu itu ada yang mengalirkan sungai-sungai darinya. Sungguh, di antaranya juga ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya. Sungguh, di antaranya juga ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa saja yang kamu kerjakan.” (Q.s. al-Baqarah: 74)
Qalbu Manusia sarang penyakit
Penyakit yang dimaksud disni bukanlah penyakit fisik. Melainkan penyakit hati seperti dengki, iri, dendam, sombong, dusta, dan sejenisnya. Penyakit –penyakit hati seperti biasanya menimpa orang-orang munafik dan terlupa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
“Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan.” (Qs. al-Baqarah: 10)
Pada dasarnya, hati nurani menurut islam atau qalbu adalah cerminan diri seseorang. Untuk memeliharnya, hendaknya kita memperbanyak berdzikir, mengingat Allah Swt. membaca Al-Quran, meningkatkan iman, memperbaiki akhlak, menjauhi hal-hal buruk yang sifatnya tidak memberikan mudharat, serta berpegang teguh pada Rukun Islam, sumber syariat Islam, rukun Islam, dan dasar hukum islam sehingga bisa memperoleh Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam.
Penutup
Tiada yang lebih rugi dalam hidup ini melebihi terselubungnya hati. Hati memang merupakan pekerjaan yang tidak pernah usai hingga berpisahnya roh dari jasad. Jangan biarkan hati tak terurus agar terkoneksi terus-menerus dengan hati.
Wallahu A'lam

0 Komentar