PENDAHULUAN
Salah satu ciri orang beriman yang saleh dan cerdas beramal adalah orang beramal untuk manfaat yang berkelanjutan. Diantara amal berkelanjutan itu sedekah jariyah. Jika Anda tidak punya uang atau materi untuk disedekahkan, itu tidak berarti Anda tidak bersedekah. Masih banyak jenis sedekah bahkan sedekah jariyah bukan dari materi.
Bagi kebanyakan umat Islam, pastinya sudah sering mendengar salah satu hadis berikut: “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: Shodaqoh jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya“. (HR. Muslim).
Dalam hadis tersebut, terdapat salah satu amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun orang yang melakukan amalan tersebut sudah mati. Hal itu tidak lain adalah sedekah jariyah, karena sedekah jariyah ini adalah sebuah amalan yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus.
BERBAGAI SEDEKAH JARIYAH
“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah, ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup, semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR. Ibnu Majah)
Berdasarkan hadits tersebut, jelas sekali bahwasannya jenis sedekah jariyah sangatlah banyak. Bukan hanya harta yang disedekahkan ketika sedang hidup saja, namun ilmu dan lain sebagainya pun bisa menjadi sedekah jariyah yang akan berguna meskipun dirinya sudah mati. Dan akan memberikan pahala secara terus menerus, meskipun dirinya sudah berada di alam kubur.
SEDEKAH JARIYAH
Setelah mengetahui sekilas mengenai amalan yang pahalanya tidak terputus, lantas sebenarnya apa yang disebut dengan sedekah jariyah ini? Jika diartikan secara tata bahasa, maka istilah ini merujuk pada dua padanan kata “Sedekah” dan “Jariyah”. Dalam Al Quran sendiri, Allah Swt. sudah menyebut sedekah dengan istilah lain seperti shidqah, shadaqah yang artinya bisa sebagai pemberian atau bisa juga diartikan sebagai qardhan hasanan, “pinjaman yang baik”.
1 Wakaf
Dengan begitu, orang yang melakukan sedekah pada hakikatnya merupakan orang yang sudah “meminjamkan harta” kepada Allah. Nantinya, Allah Yang Mahakaya pasti akan mengembalikan pinjaman tersebut tentunya dengan pengembalian yang berlipat ganda. Sementara kata “jariyah” artinya mengalir. Dalam hal ini berarti pahalanya mengalir dan tidak akan terputus. Itulah mengapa, sedekah jariyah disebut juga sebagai sedekah yang memiliki ganjaran dan pahala tanpa terputus.
Banyak masyarakat yang merasa kebingungan tentang sedekah jariyah dengan wakaf, apakah di antara keduanya ada perbedaan? Atau merupakan istilah yang sama? Pada dasarnya, wakaf ini merupakan salah satu bagian dari sedekah jariyah. Dengan begitu, wakaf ini adalah bentuk dari realisasi sedekah jariyah.
Dari segi artian, wakaf memiliki arti memindahkan hak milik yang asalnya pribadi menjadi milik orang lain atau badan tertentu yang nantinya berguna untuk masyarakat. Biasanya wakaf ini pun nantinya akan beratasnamakan Allah Swt. Pasalnya, wakaf pun berarti harta yang sudah dipinjamkan kepada Allah untuk kemaslahatan orang banyak.
Meskipun wakaf ini merupakan bentuk dari sedekah jariyah, namun bukan berarti bahwa sedekah ini hanya berlaku untuk wakaf saja. Atau berlaku untuk suatu pemberian yang berdasarkan harta kekayaan maupun materi. Pasalnya, sedekah jariyah pun bisa dimanifestasikan dalam bentuk lainnya. Baik itu materi maupun non materi. Hal tersebut pun tertuang dan dijelaskan dengan gamblang seperti pada hadits-hadits berikut ini:
2. Menebang batang pohon yang tumbuh di tepi jalan
Ketika tiba musim hujan maka hujan pun pun turun disertai angin maka banyak pohon yang patah dan tumbang melintang menghalangi jalan. Para pengguna jalan terhalang dan terganggu. Dengan cepat datang petugas atau sukarelawan dari masyarakat turun memotong dan menggeser pohon pohon yang tumbang. Siapa saja melakukan tindakan ini, maka dengan izin Allah ia pun akan masuk surga.
Rasul SAW bersabda, “Sungguh aku melihat seorang laki-laki tidur-tiduran di dalam surga karena telah memotong sebatang pohon yang tumbuh di badan jalan yang mengganggu kaum Muslimin” (HR. Muslim).
Orang menanam pohon pun mendapatkan pahala karena ikut memelihara lingkungan dan menyumbang udara bersih dan kondisi jalanan yang asri dan indah. Namun, bila sampai tumbang maka menggesernya sedekah.
3. Menyingkirkan batu dari jalan
Diriwayatkan bahwa Mu’adz melakukan perjalanan bersama seorang lelaki. Mu’adz mengangkat sebuah batu dari jalan.
Orang itu pun bertanya, “Mengapa engkau melakukan hal ini?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja mengangkat sebuah batu dari jalan, akan dicatat untuknya suatu kebaikan. Dan siapa saja yang dicatat untuknya suatu kebaikan, maka ia akan masuk surga” (HR. Thabrani).
4. Senyuman adalah Sedekah
Islam memberikan perhatian khusus kepada sebuah senyuman. Sebuah hadits berbunyi
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi).
Adapun dalam pespektif ilmu kesehatan, olahraga terbaik dan paling efektif untuk menyehatkan wajah adalah dengan tersenyum. Selain bisa mengurangi lemak pada wajah, tersenyum bisa mencegah munculnya kerutan pada wajah. Dan lagi, senyuman juga dapat memperlancar aliran darah di sekitar syaraf wajah.
Senyum membuat seseorang lebih menarik. Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut atau meringis.
Senyum bisa mengubah suasana hati. Tersenyum bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Untuk itu jika merasa sedih, cobalah untuk tersenyum.
Senyum bisa menular. Tersenyum tak hanya mengubah suasana hati orang tersebut tapi juga orang-orang disekitarnya, dan membuat hal-hal menjadi lebih bahagia. Ini karena senyum bisa menular dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.
5. Omongan Baik adalah Sedekah
Rasulullah Saw. bersabda, “Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Banyak orang yang merasa tidak bisa bersedekah karena tidak memiliki banyak harta. Bahkan sebatas makanan dan hal lain pun mereka tidak memilikinya. Namun, bukan berarti dengan keadaan tersebut membuat seseorang jadi tidak bisa bersedekah. Pasalnya, hanya dengan mengeluarkan omongan yang baik-baik saja, itu sudah bernilai sedekah di mata Allah. Apalagi omongan yang baik pun bisa mencerminkan kualitas seseorang dan bisa menjadi sarana terbaik untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan orang lain.
Bahkan, perkataan yang bijak dan baik bisa lebih baik daripada sedekah. Misalnya, sedekah yang menyepelekan harga diri dan perasaan penerimanya. Sedekah yang disusul dengan kata-kata yang menyakitkan hati dan perasaan orang yang menerima sedekah.
قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun" (QS. Al-Baqarah: 263).
KEUTAMAAN SEDEKAH JARIYAH
Setelah kita mengetahui perihal sedekah secara gamblang, yang mana sedekah itu tidak hanya terbatas pada pemberian secara materi saja. Maka berikutnya adalah beberapa keutamaan yang dihasilkan dari sedekah jariyah ini. Lantas, apa saja keutamaannya tersebut?
1. Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah Saw. bersabda “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panasnya siksa kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dibawah naungan sedekahnya. (HR Al-Tabrani).
Setiap umat Islam pastinya ingin dilindungi dan punya naungan ketika hari kiamat tiba. Bagaimana tidak, meskipun kita sendiri tidak tahu kapan kiamat itu muncul, namun kita tahu bagaimana dahsyatnya hari kiamat. Hari ketika semuanya diluluhl-antahkan, hari ketika semua ibadah dan hal lain dihentikan. Hanya tinggal menunggu perhitungan amal-amal sebagai penentuan kemana selanjutnya kita akan dimasukkan.
Ada salah satu keutamaan dari bersedekah, yakni kita bisa bernaung di bawahnya ketika hari kiamat tiba. Seperti yang dijelaskan oleh hadits tersebut.
2. Menghapus Dosa
Setiap orang pastinya punya banyak dosa dan kesalahan, apalagi tempatnya manusia yang selalu khilaf dan berbuat maksiat. Namun, sebanyak apapun dosa kita jika kita mau bertaubat, sungguh Allah adalah Sang Maha Pengampun. Itu pun seperti hadits berikut yang menyebutkan bahwa, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Dari hadits tersebut bisa kita ketahui bahwasannya sedekah diibaratkan seperti air yang mampu memadamkan api. Di mana, sebanyak apapun dosa kita, jika kita mau bersedekah dengan ikhlas dan tanpa berlaku sombong, maka dosa tersebut bisa dihapuskan atas kehendak Allah.
3. Meringankan Siksaan Kubur
Adalah sebuah kepastian bahwa azab atau siksa kubur itu nyata. Bahkan, sering kita lihat berbagai pemberitaan dan fakta nyata terhadap orang-orang yang di dalam kuburnya disiksa. Tentu siksaan ini adalah akibat dari perbuatannya semasa hidup di dunia. Meskipun begitu, ada satu keutamaan yang luar biasa didapatkan kita bersedekah. Sesuai dengan hadits berikut ini:
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani)
Hadits ini memberikan penjelasan bahwasannya ketika semasa hidup kita sering bersedekah, maka itu bisa menjadi pembantu kita untuk memadamkan kejamnya siksaan di alam kubur. Bahkan, bisa mematikan api ketika siksaan kubur berlangsung.
4. Pahala Berlipat
Allah sudah berjanji, bahwa setiap kebaikan meskipun hanya sebesar biji dzarrah akan dibalas oleh Allah. Jika biasanya kebaikan itu akan dibalas dengan 1 satu kebaikan, berbeda dengan sedekah yang ternyata akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan dan pahala yang berlipat-lipat. Hal ini sudah dijelaskan oleh firman Allah sendiri di dalam Al Quran seperti ayat berikut:
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
Allah sendiri sudah menjanjikan bahwasannya siapa saja yang meminjamkan pinjaman yang baik kepada Allah, maka Allah akan memberikan pahala yang berlipat. Bahkan, pahala tersebut pun diberikan tanpa memandang status apapun mereka. Baik wanita maupu laki-laki, baik yang kaya maupun yang miskin. Asal mereka sudah melakukan sedekah semasa hidupnya dengan ikhlas dan penuh keridhaan, maka pahala adalah ganjaran yang sebaik-baiknya.
5. Jaminan Surga
Setiap dari kita pastinya menginginkan Surga. Masuk ke dalamnya dan hidup kekal di dalamnya dengan segala keberkahan dan keberuntungan. Meskipun begitu, banyak sekali godaan untuk menuju surga ini. Padahal banyak sekali cara dan celah yang bisa kita ambil agar bisa masuk surga dengan mudah. Salah satunya adalah dengan bersedekah.
Rasulullah pernah bersabda, “Orang yang memberikan dan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan salat, ia akan dipanggil dari pintu salat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666 dan HR. Muslim no. 1027)
Bayangkan, hanya dengan sedekah saja, kita bisa dipanggil Allah dari pintu sedekah.
6. Menghilangkan Keburukan
Tidak cukup sampai beberapa keutamaan yang sebelumnya sudah dijelaskan, adapun keutamaan lain dari sedekah jariyah ini adalah dihilangkannya segala keburukan dari orang yang gemar sedekah. Seperti Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khatimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri“. (HR. Thabrani)
Dengan melakukan sedekah jariyah, bukan hanya bisa memberikan kita pahala yang tidak terputus, namun juga sedekah bisa membawa kita pada umur yang panjang, mencegah kita dari kematian yang buruk dan tidak baik, serta bisa membantu kita menghilangkan segala sifat buruk yang merugikan seperti fakir, sombong, dan angkuh atau merasa bangga terhadap diri sendiri.
Meskipun pada dasarnya semua harta dan semua yang ada di langit dan bumi ini adalah milik Allah, namun jika kita bisa membelanjakan rezeki itu di jalan Allah, bahkan kembali meminjamkannya kepada Allah untuk urusan yang baik dan berguna bagi orang banyak, maka pahala yang akan kita dapatkan pun semakin banyak. Bahkan pahalanya terus mengalir sampai membawa syafaat di akhirat kelak.
PENUTUP
Salah satu nikmat dan pertolongan Allah ketika Dia menggerakkan hati dan fisik hamba-Nya untuk melepas rasa kepemilikan terhadap dunia. Konsep sedekah merupakan satu ajaran Islam yang membantu pemeluknya untuk melepas dan menerima. Bersedekah sesungguhnya merupakan proses untuk melatih dan mendidik manusia untuk terbiasa melepas rasa kepemilikan. Penyerahan dan kepasrahan total atas kehendak Allah adalah hakikat penghambaan dan keberislaman seseorang.
Hingga pada akhirnya, manusia berada di titik di mana mereka harus mengakui bahwa dirinya berada dalam kepemilikan dan penguasaan Allah dan mutlak kembali kepada Pemiliknya (Allah Swt.). Kebiasaan melepas rasa kepemilikan melalui sedekah, infak, zakat, sebagainya merupakan kebiasaan yang memiliki keutamaan-keutamaan.

0 Komentar