Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar
Samata-Gowa, 11-04-2021
Prolog
Tamu agung, bulan Ramadhan segera datang menemui kaum Muslimin di seluruh dunia. Sambutan bahagia dengan ucapan “Marhaban Yaa Ramadhan” pun mereka lantunkan menyambutnya. Ada pula dalam bentuk spanduk bertuliskan kalimat serupa, dibentangkan di pinggir-pinggir jalan, di kantor-kantor, dan tempat-tempat lainya.
Bulan Ramadhan tinggal satu hari. Insya Allah Selasa 13 April 2021 M/01 Ramadhan 1442 H. umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa. Puasa kali ini akan berbeda dari biasanya karena adanya wabah seperti tahun lalu, namun hal itu tidak akan menyurutkan semangat untuk menghidupkan bulan Ramadhan dengan beragam amaliah di dalamnya.
Yang berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun 2020 lalu salat tarwih dilaksanakan di rumah masing-masing. Tahun ini, insyaallah umat Islam, khususnya di Indonesia, Ketua Dewan Masjid Indonesia mengumumkan bahwa untuk umat muslim diperbolehkan melaksanakan salat tarwih berjamaah di masjid-masjid dan kegiatan lainnya dengan ketentuan tetap menjaga protokol kesehatan. Yaitu menjaga 3-M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Yang pasti umat Islam menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan suka cita. Namun, tentu kegembiraan menyambut bulan Ramadhan tetap misteri dan rahasia di sisi Allah.
Benarkah Kita Ketemu Bulan Ramadhan?
Apakah benar-benar kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini? Ini misteri dan rahasia Allah, dan hanya Dialah mengetahui dengan pasti. Kita hanya berikhtiar, berharap, dan memohon kepada Allah Swt. agar kita dianugerahi bulan Ramadhan dan kesempatan mewujudkan kesalehan dan ketakwaan kepada-Nya
Kemarin sore, saya mendapatkan kabar duka dari keluarga saya. Ia menyampaikan kabar bahwa Bapak Drs. Amir B, M.Pd.I. telah wafat. Sesegera itukah?
Saya tentu kaget. Almarhum masih sangat dibutuhkan oleh umat. Namun, Allah lebih menyayanginya. Skenario ajal adalah hak prerogatif Allah yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Selamat jalan! Semoga Engkau diampuni dan dirahmati oleh Allah (mamoare naddampengekki' nenniya naamaseiki' Puang Allah Ta'ala).
Almarhum adalah keluarga dan senior yang banyak menginspirasi dalam menapak perjalanan studi saya. Almarhum merupakan putra terbaik dari desa kelahirannya dan tempat saya, Desa Gattareng. Semasa hidupnya, ia merupakan idola bagi banyak orang. Saya bersaksi sesuai yang saya ketahui bahwa beliau adalah orang baik.
Selain kabar duka atas wafatnya beliau, satu jam sebelumnya ada juga seorang keluarga di Makassar menelepon saya untuk mengisi acara ceramah takziyah di Makassar pada malam selasa, tepat malam pertama Ramadhan usai salat isya dan tarwih.
Sebelum itu juga, saya mengisi ceramah takziyah secara virtual atas meninggalnya dua orang bersaudara di Jakarta (beradik kakak). Berdasarkan keterangan keluarganya, hanya berselang 5 hari saja keduanya meninggal dengan penyebab yang sama, yaitu positif Covid-19.
Tadi pagi, setelah selesai salat subuh, dari mikrofon masjid terdengar pengumuman yang diawali kalimat "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" telah berpulang ke rahmatullah salah seorang anggota jamaah masjid tersebut. Begitu juga di masjid yang tidak jauh berjarak mengumumkan peristiwa yang sama.
Tentu banyak peristiwa yang menunjukkan bahwa pertemuan dengan bulan Ramadhan benar-benar misteri dan rahasia Ilahi. Saya hanya bisa berdoa dan berupaya menjalankan hak Allah sesuai kemampuan saya. Semoga Anda dan kita semua dianugerahi bulan Ramadhan dengan ampunan dan rahmat-Nya.
Posisi dan Makna Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah. Disebut Ramadhan karena bertepatan dengan musim panas. Adapun makna Ramadhan berasal dari kata Dr yang secara bahasa artinya membakar. Siapa yang menghidupkan Ramadhan dengan berpuasa dan beramal saleh maka hakikatnya ia sedang 'membakar' semua dosa dan kesalahannya yang telah lalu.
Sesuai dengan namanya, maka bulan Ramadhan datang sebagai bulan penuh ampunan, bulan pembakaran dosa-dosa orang-orang beriman. Ramadhan berarti " membakar ". Ramadhan, nama bulan ke-9 dalam kalender Islam , adalah kata Arab yang berasal dari kata dasar " Ramdha" . "Ramadh" semakin panas karena panas yang terus menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut "Ramdha" . Jadi Ramadhan artinya " membakar " , " untuk membakar karena berjalan telanjang kaki di tanah yang hangus " .
Alasan mengapa bulan suci ini disebut " Ramadhan " adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar dosa-dosa (Elmalılı Hamdi Yazir).
Ramadhan berarti " hujan". Ramadhan berasal dari kata dasar " Ramadhiyu " yang berarti " hujan " yang terlihat pada akhir musim panas , pada awal musim gugur dan membersihkan bumi dari debu . Seperti hujan yang mencuci permukaan bumi , bulan Ramadhan mensucikan orang beriman dari dosa dan membersihkan hati mereka (Elmalılı Hamdi Yazir).
Diceritakan bahwa Ramadhan adalah salah satu dari " Asma (Nama) Allah Yang Indah". Anas Bin Malik meriwayatkan dari Nabi Muhammad (saw) Yang tercinta bahwa " Jangan panggil (bulan suci) hanya" Ramadhan " . Seperti Allah (swt ) menyebut " syahru Ramadhan " (bulan Ramadhan), kamu juga menyebut demikian. (HR Bukhari).
Ulama mengatakan bahwa " Ramadhan " adalah salah satu nama Allah ( swt ) . Jadi bulan ini harus disebut sebagai "Syahri Ramadhan" (bulan Ramadhan).
Awalnya, orang-orang Arab dahulu ketika memindahkan nama-nama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, mereka namakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya.
Datangnya bulan Ramadhan masa itu bertepatan dengan masa panas akibat sengatan terik matahari. Apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir. Maka dinamakan bulan Ramadhan.
Ramadhan bermakna panas, kering, membakar, karena tenggorokan orang-orang teras kering akibat hawa panas bulan tersebut. Panas juga didasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar pada bulan itu akibat menahan makan dan minum seharian.
Panas membakar bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosa-dosa yang dilakukan manusia. Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan yang mulia ini umat Islam dibakar, ditempa, serta digembleng dengan berbagai amaliah Ramadhan, agar hawa nafsu tertundukkan dan lumuran dosa-dosanya terkikis habis. Hingga seusai Ramadhan tercapailah derajat taqwa di sisi Allah Swt.
Hingga memperoleh ampunan Allah, seperti yang Rasul janjikan:
وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa karena imannya (kepada Allah) dan hanya mengharapkan (ridha-Nya), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah r.a.).
Ini adalah adalah hadis yang populer di telinga kaum muslimin, sebab frekwensi kemunculannya sering dijadikan dalil oleh para muballigh untuk menyampaikan keutamaan bulan Ramadhan.
Pada hadis lain disebutkan:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدُوْدَهُ وَتَحَفَّظَ مِمَّا كَانَ يَنْبَغِيْ اَنْ يُتَحَفَّظَ مِنْهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan menjaga segala batas-batasnya, serta memelihara diri dari segala yang baik dipelihara diri darinya, niscaya puasanya itu menutupi dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR Ahmad dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id r.a.).
Semoga kita dapat mengambil momentum terbaik bulan Ramadhan ini untuk membakar dan menghapus dosa-dosa kita sepanjang setahun yang lalu.
Bergembira Menyambut Ramadhan?
Anda mungkin menyaksikan umat Islam khususnya para pengurus atau panitia amaliah Ramadhan. Mereka menyusun jadwal kegiatan pelayanan dan pembinaan jamaah.
Ada yang mengurus dan memastikan semua keperluan wudhu' dan kamar kecil untuk buang hajat, memastikan kerang air dan penampung untuk keperluan bersuci. Mereka memastikan alat penerang masjid, pembesar suara, perwajahan masjid, pengecatan masjid. Begitu juga muazzin, imam, muballigh, muballaghah, petugas penyedia buka buka puasa hingga petugas celengan, panitia penerima zakat. Bahkan khatib dan imam idul fitri pun pun sebagian sudah terjadwal. Termasuk saya sudah mendapatkan jadwal khatib bebeapa waktu lalu
Keadaan seperti ini hampir setiap tahun saya alami. Sebagai pribadi dan sebagai dosen, panggilan pengabdian kepada masyarakat itu merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan tugas dosen. Tentu saja saya berdoa, semoga diberi kesempatan, keikhlasan, dan kesehatan, serta umur yang berkah untuk menjalankan itu semua.
Keutamaan Bersuka Cita dengan Datangnya Bulan Ramadhan
Ada banyak dalil menerangkan betapa mulianya bulan Ramadhan. Allah Swt. melebihkan (mengagungkan) bulan ini dari bulan-bulan lainnya sehingga Ramadhan disebut dengan Sayyidusy-Syuhuur (penghulu segala bulan).
Umat Islam meyakini, betapa beruntungnya kaum muslimin bisa dipertemukan dengan bulan mulia ini. Tak hanya ampunan dan keberkahan mengalir di bulan Ramadhan, kenikmatan beribadah dan ketenangan pun akan menyelimuti umat muslim. Inilah antara lain alasan mengapa kita harus bergembira menyambut Ramadhan.
Kegembiraan tersebut adalah karena banyaknya kemuliaan, keutamaan, dan berkah pada bulan Ramadhan. Beribadah semakin nikmat dan lezatnya bermunajat kepada Allah
Kabar gembira mengenai datangnya Ramadhan sebagaimana dalam hadis berikut.
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, 2/385)
Ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kita harus bergembira dengan datangnya Ramadhan. Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan,
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺑﺸﺎﺭﺓ ﻟﻌﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺑﻘﺪﻭﻡ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺧﺒﺮ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺑﻘﺪﻭﻣﻪ ، ﻭﻟﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺇﺧﺒﺎﺭﺍً ﻣﺠﺮﺩﺍً ، ﺑﻞ ﻣﻌﻨﺎﻩ : ﺑﺸﺎﺭﺗﻬﻢ ﺑﻤﻮﺳﻢ ﻋﻈﻴﻢ ( ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ .. ﻟﻠﻔﻮﺯﺍﻥ ﺹ 13 )ﺃﺗﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻔﺘﺢ ﻓﻴﻪ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﻭ
“Hadis ini adalah kabar gembira bagi hamba Allah yang saleh dengan datangnya Ramadhan. Karena Nabi Saw. memberi kabar kepada para sahabatnya r.a. mengenai datangnya Ramadhan. Ini bukan sekedar kabar semata, tetapi maknanya adalah bergembira dengan datangnya momen yang agung".
Senada dengan itu, Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan,
ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻔﺘﺢ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺬﻧﺐ ﺑﻐﻠﻖ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺑﻮﻗﺖ ﻳﻐﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻳﺸﺒﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺯﻣﺎﻥ
“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan).
Ada pula riwayat populer yang menyebutkan tentang bergembira menyambut Ramadhan, akan tetapi riwayat oleh sebagian ulama dinilai dhaif bahkan maudhu’ (palsu). Hadis itu sebagai berikut.
ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ
“Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin). Kitab ini memang banyak memuat riwayat serupa itu.
Meski dha'if bahkan ma'udhu', namun kalimat ini sangat populer. Sebab, para muballigh memilihnya untuk mengapresiasi suka cita jamaah menyambut Bulan Ramadhan. Sebenarnya, masih banyak dalil baik Al-Qur'an maupun hadis yang lebih kredibel sebagai pijakan atau dalil.
Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Saw. juga bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu." (HR. Al-Bukhari). Hadis sangat populer di telinga para jamaah.
Selain keutamaan itu, Al Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan, "Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam."
Kemudian di bulan Ramadhan ada satu malam yang disebut dengan Lailatul Qadr. Rasulullah Saw. bersabda: "Barang siapa yang salat malam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan ihtisab (mendekatkan diri kepada Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu." (HR. Al-Bukhari)
Sebenarnya masih banyak alasan yang membuat kita harus bergembira sekaligus bersyukur menyambut bulan suci ini. Namun, hadis-hadis di atas cukuplah menjadi pengingat dan penyemangat untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan dan momentum untuk memaksimalkan manfaatnya dalam beribadah, bertobat dan menghidupkan amal-amal saleh.
Al-Hafidz Ibnu Rajab berkata, "Amru bin Qais apabila beliau memasuki bulan Rajab beliau meninggalkan perdagangannya dan menyibukkan dirinya untuk membaca Al-Quran." Beliau juga berkata, "Beruntunglah bagi orang yang memperbaiki dirinya sebelum masuk bulan Ramadhan". Semoga Allah Swt. mencurahkan taufik-Nya agar kita bisa memuliakan Ramadhan dengan amal-amal saleh.
Penutup
Selamat datang bulan Ramadhan. Engkau datang membawa ampunan dan rahmat Allah. Semoga bulan Ramadhan membakar dan menghapus seluruh dosa-dosa hamba-hamba Allah.Yang pasti, sebagai.muslim, kita bersuka cita - karena Allah - menyambut kehadiran Ramadhan 1442 H. Semoga ibadah puasa mampu menjadi sarana bagi kita mengolah dimensi lahir dan batin untuk meraih penghambaan yang utuh dan ketakwaan kepada Allah yang hakiki. Aamiin.
Wallahu A'lam

0 Komentar