Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar
Samata, 17-03-2021
PROLOG
Memberikan sesuatu yang kecil yang diberikan kepada orang yang sangat membutuhkan dan pada momen yang tepat akan bernilai sangat besar. Ibarat menaruh sesendok garam ke dalam sayur dalam panci. Garam yang seukuran satu sendok kecil akan sangat bermakna menentukan cita rasa dan sedapnya sayur itu.
Sebaliknya, pemberian yang tidak tepat sasaran, meski besar, bisa jadi bernilai kecil. Bahkan, mungkin tidak berpengaruh sama sekali. Ibarat membuang seember garam ke laut. Meski banyak jumlahnya namun tak menyumbang rasa. Air laut tak membutuhkan suplai seember garam.
Itulah logika agama. Islam misalnya, mengatur pemberian itu. Siapa yang harus memberi dan berhak menerima. Dalan zakat misalnya, ada muzakki (orang yang berzakat) dan ada pula mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Orang yang mampu memberi kepada orang yang membutuhkan. Dengan sistem itu, Islam mengatur pola interaksi antara pemberi dan penerima.
Agama mencegah suap-menyuap dan melarang korupsi. Sebab, logika itu terbalik. Penerima suap biasanya orang yang punya kemampuan. Begitu pula orang yang melakukan korupsi itu umumnya penguasa. Yang korban rakyatnya. Kalau penguasa mendistribusi kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyatnya itu tepat dan memang seharusnya demikian. Allah mengatur siapa yang wajib memberi dan berhak menerima untuk mengatur keserasian pola interaksi antara pemberi dan penerima agar pemberian tepat sasaran dan bermakna.
Bersedekah ternyata selain dianjurkan berkesinambungan dan ikhlas, juga dianjurkan pemberinya untuk bersikap cerdas. Selain itu, jangan tergesa-gesa menuntut balasan atas kebaikan pertolongan yang Anda berikan. Sebab, balasannya akan datang juga pada waktu yang tepat. Allah maha mengetahui kapan dan dalam keadaan seperti apa Anda tepat menerima balasannya. Yang pasti, balasan dari Allah tidak pernah tertukar atau keliru.
TANPA BERHARAP BALASAN, BALASANNYA LEBIH DAHSYAT
Untuk membiayai pendidikannya, seorang anak miskin menjual barang dari pintu ke pintu. Suatu hari, anak laki-laki ini benar-benar lapar tapi tidak punya uang untuk membeli makanan. Dia memutuskan untuk meminta sesuatu untuk dimakan ketika ia mengetuk pintu di rumah berikutnya.
Seorang wanita muda yang cantik membuka pintu tersebut, dan anak itu kehilangan keberaniannya. Akhirnya dia hanya meminta untuk diberi segelas air, ia terlalu malu untuk meminta makanan. Wanita muda tersebut membawakannya segelas susu, yang segera diminum dengan rakus oleh anak itu.
Anak itu bertanya berapa banyak dia berhutang. Tetapi wanita tersebut hanya tersenyum dan berkata bahwa ibunya telah mengajarinya untuk bersikap baik kepada orang lain. Dan, ia tidak pernah mengharapkan imbalan apapun.
Anak itu meninggalkan rumah wanita tersebut dengan perut penuh dan hati yang penuh kekuatan baru untuk terus melanjutkan pendidikan dan terus bekerja keras. Namun setiap kali ia merasa ingin berhenti, ia teringat pada wanita itu. Seseorang yang telah menanamkan keyakinan baru dan ketabahan di dalam dirinya.
.... Singkat Cerita.....
Bertahun-tahun kemudian, di sebuah kota besar, seorang ahli bedah ternama Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi dengan seorang wanita paruh baya yang menderita penyakit langka. Ketika wanita tersebut mengatakan kepadanya nama kota kecil di mana dia tinggal, Dr. Kelly merasa memori samar muncul dalam pikirannya. Kemudian, secara tiba-tiba Dokter itu tersadar. Dia adalah wanita yang telah memberinya segelas susu bertahun-tahun yang lalu.
Kemudian dokter melanjutkan konsultasi dengan menyediakan wanita itu perawatan yang terbaik dan memastikan dia mendapatkan perhatian khusus. Bahkan, ia mengerahkan seluruh kemampuannya sebagai seorang dokter untuk menyelamatkan hidup wanita tersebut.
Setelah lama dirawat di rumah sakit dengan melalui berbagai perawatan, wanita itu akhirnya siap untuk kembali ke rumah. Wanita itu sangat khawatir karena akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan pembayaran biaya perawatannya selama di rumah sakit.
Penyakit serius yang dideritanya dan lamanya ia tinggal di rumah sakit telah menghasilkan tagihan yang cukup besar. Namun, ketika dia menerima surat tagihan, ia menemukan bahwa Dr. Kelly telah membayar seluruh tagihannya dan menulis catatan kecil untuknya.
Dr. Kelly menulis catatan seperti ini : “Sudah dibayar lunas dengan segelas susu”.
PESAN MORAL
Teruslah berbuat kebaikan di dalam hidup Anda. Bantulah orang lain walaupun Anda hanya dapat memberikan bantuan kecil. Karena bantuan kecil yang Anda berikan pada saat dibutuhkan sangat berarti bagi orang yang menerima bantuan Anda. Percayalah, ketika suatu saat Anda mengalami kesulitan, akan datang bantuan dari orang lain. Itulah balasan dari bantuan kecil yang Anda berikan di masa lalu.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw. ,وَ اللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ. “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”.
Ingatlah Allah waktu senang dan lapang. Allah akan mengingatmu di waktu susah. Nabi Saw. bersabda,ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ “Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi). Saat kita senang itu adalah saat di mana kita sedang diuji oleh Allah. Apakah kita mengingat Allah dan menolong makhluk-Nya.
Jika Anda berbuat baik, bersabarlah, dan percayalah balasannya tidak pernah tertukar. Sebab, Allah tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Dia tidak pernah lalai. Dia menatap setiap niat dan perbuatan hamba-Nya.
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8).
Ada kebaikan Anda yang segera dibalas di dunia. Ada pula yang dibalas dan dilipatgandakan di akhirat. Di dunia tempat menanam kebaikan. Boleh jadi Allah menyegerakan sebagian balasannya sesuai pengetahuan dan kehendak Allah. Atau, Allah menunda karena balasan atas kebaikan hamba-Nya terlalu besar, sehingga dunia tak mampu menampungnya sebagimana kata Ibnu Athaillah.
Tugas kita adalah berniat ikhlas dan beramal cerdas. Menilai dan membalasnya adalah hak Allah. Kapanpun Allah hendak membalasnya, disegerakan atau ditangguhkan, itu hak prerogatif Allah. Yang pasti, balasan itu diyakini tidak pernah tertukar atau keliru. Sebab, Allah maha mengetahui dan pengetahuan Allah sungguh cermat dan tak pernah salah.
Pastikan setiap hari, ada amalan cerdas yang dilandasi niat ikhlas. Cerdas berarti beramal yang tepat meski kecil namun sangat bermanfaat. Tentu saja pertolongan besar bagi yang mampu itu lebih utama. Namun, besar atau kecilnya amal dilihat dari kebutuhan dan ketepatan sasaran (penerimanya) serta keikhlasan niat pemberinya. Kalau begitu, pastikan amalan itu dilakukan atas dasar ketaatan kepada Allah.
Wallahu a'lam.

0 Komentar