Pandemi Covid-19 & Kedaulatan NKRI

 

Penulis: Muhammad Yusuf

Apa hubungan antara pandemi covid-19 dengan kedaulatan NKRI? Pertanyaan ini memang seolah tak terpikirkan. Tapi faktanya pandemi covid-19 ini telah meluluh-lantahkan NKRI. Sebelum pandemi covid-19 menimpa Indonesia jargon "NKRI harga mati" menggelora. Kini, jargon itu seolah menjadi "NKRI mati harga". Kini, Indonesia dinyatakan paling buruk penanganan covid nya di dunia saat ini.

-------------------------------------------

Merancang agenda besar dalam skala global bukan dirancang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Seperti itu pula halnya merancang krisis sosial, ekonomi, politik, dll. Merancang pandemi tentu saja sama. 

Agenda besar dirancang bisa membutuhkan waktu hingga mencapai abad lamanya. Bahkan berkali-kali jatuh bangun dan gagal. Karena terus mengubah strategi secara berkelanjutan maka pada akhirnya menemukan momentumnya. 

Terkait dengan rekonstruksi dan rekayasa sosial menurut al-Quran kami telah menulis satu artikel sejak awal pandemi awal 2020 lalu. Anda dapat mengaksesnya pada link di bawah ini.

http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/karsa/article/view/337 

-----------------------------------------

Lantaran tulisan ini, saya ditantang untuk mempertanggungjawabkannya. Saya respon santai saja. Saya meminta pihak tersebut untuk menulis artikel yang lebih menyakinkan secara ilmiah. Gitu aja kok repot! (Meminjam kalimat dari Gusdur). Atau saya meminta untuk menggugurkan data dan fakta yang ada. Dan, jika itu bisa dilakukan berati ada sebuah antitesa. Dengan cara itu diskursus ilmiah berjalan di tengah kegalauan akibat menyebarnya hoax tentang pandemi covid-19.

Artikel pada link di atas, saya tulis di awal pandemi awal 2020 -pas pulang dari Bogor - yg bertujuan menyorot mengapa pandemi itu ada? Kini baru terbit setelah direview sedemikian rupa. Sudah disorot oleh beberapa pakar luar negeri. Hal serupa itu adalah konstruksi dan fakta dari rekayasa sosial yg dinarasikan Al-Quran.

------------------------------------

Orisinalitas al-Quran sebagai Wahyu membeberkan kejadian masa lalu, dalam konteks sejarah apa yang terjadi pada masa lalu akan terjadi di masa datang dalam format baru namun *pola lama* Neo Firaun, Qarun, dan Haman. Begitu pula ketika berlanjut ke narasi kisah Jalut vs Thalut.

----------------------------------------

Kita ingin keluar dari pandemi covid-19, tapi industri farmasi global, terutama industri vaksin sangat berkepentingan untuk memelihara peluang pasar dalam waktu lama dan meluas. Karena itu, narasi informasi yang membuat ketakuatan terus dipelihara dan "berbudi daya virus" serta bermutasi secara terus menerus. Beranikah Pemerintah kita melawan? Takut dikudeta. Kita pun tak menginginkan terjadinya kudeta, tentunya.

----------------------------------------

Presiden Libya Muammar Qaddafi  misalnya, sebelum dikudeta ia pernah  komplain dan mengutuk dunia internasional dalam hal skenario virus sebagai *lahan bisnis dan imperialisme global* dengan memberitakan secara masif di media. Hal itu membuat publik menjadi mencekam.

Melawan skenario virus sebagai lahan bisnis dan imprealisme global memang bukan perkara gampang. Bahkan sangat beresiko. Kekuatan negara sekalipun belum tentu mampu melawan. Kelompok elit (korporat) yang berada di luar sistem negara bisa jadi lebih kuat dalam mengontrol dan mengendalikan sistem kekuasaan negara.

-----------------------------------

Kita berharap kepada simbol-simbol negara sebagai kekuatan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Namun, tampaknya kedaulatan negara di tengah pandemi covid-19 diacak-acak. Vaksin harus dan wajib serta mutlak diinpor. Produk vaksin dalam negeri seolah tak "direken" melalui kebijakan untuk mendapatkan peluang pasar. Kalah retorika, kan. 

-------------------------------------

"NKRI harga mati", sering kita dengar sebagai semangat untuk berdaulat. Ini jargon yang dirawat oleh warganegara yang menginginkan survive-nya kedaulatan negara. Namun, pertanyaan kritis pun datang. "NKRI harga mati?" Matinya di harga berapa? Bisa dibeli pada waktunya oleh kekuatan elit ekonom dan korporasi global. Semoga tidak! Tapi faktanya, menghadapi covid-19 saja vaksinnya harus diinpor. Sejauh mana komitmen dan kekuatan pasukan penjaga kedaulatan NKRI? 

Sistem kekuatan korporat (oligarki) yang dicantolkan kedalam term "al-mala'" sudah dinarasikan oleh Allah dalam Al-Quran dalam bentuk kisah. Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar sepanjang sejarah umat manusia. 


Wallahu a'lam..


Posting Komentar

0 Komentar