Penulis: Muhammad Yusuf
Mengenai umur manusia dan misterinya telah dirinci oleh Al-Quran. Begitu uniknya usia manusia, Al-Quran menuturkannya dalam aneka redaksi. Perjalanan "pulang" ke asalnya melewati fase sunnatullah masing-masing. Sunnatullah berlaku secara mutlak meski tidak sama persis bagi setiap insan. Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang menerangkan fakta perjalanan usia manusia.
1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam..karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia.
*(Qs.Hud : 15-16)*
مَن كَانَ یُرِیدُ ٱلۡحَیَوٰةَ ٱلدُّنۡیَا وَزِینَتَهَا نُوَفِّ إِلَیۡهِمۡ أَعۡمَـٰلَهُمۡ فِیهَا وَهُمۡ فِیهَا لَا یُبۡخَسُونَ (15) أُو۟لَـٰۤىِٕكَ ٱلَّذِینَ لَیۡسَ لَهُمۡ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِیهَا وَبَـٰطِلࣱ مَّا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ (16)
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. (15) Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (16)” [Q.S. Hud (11): 15 – 16].
Ayat ini menerangkan urgennya memastikan tujuan hidup. Jika hidup dipandang sebagai kesempatan menginvestasi untuk akhirat maka Allah berikan balasan akhirat. Begitu juga sebaliknya, jika hanya duniawi menjadi orientasi dan tujuan hidup maka Allah pun membatasi balasannya di dunia saja.
---------------------
2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita... Karena Allah sedang menCerahkan mata hati untuk melihat Akhirat.
*(Qs.Al Isra:72)*
وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
72. Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).
Ayat ini menerangkan bahwa penglihatan adalah fasilitas dan potensi bagi manusia. Penglihatan merupakan titipan Allah. Ia akan diambil (dicabut secara perlahan) seiring dengan pertambahan usia. Semakin dekat ajal tiba atau usia sepuh maka semakin berkurang penglihatan. Itu adalah salah satu sunnatullah.
----------------------
3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita.... karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan.. namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah meNgecewakan *(Qs.Al Lukman : 22)*
وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗٓ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰىۗ وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ
Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.
Ayat ini menerangkan bahwa potensi spritual akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila dikelola dengan baik dan benar. Semakin jauh perjalanan usia, mestinya semakin matang dan tajam pula spritualitas dan kesalehan seseorang. Namun, hal ini hanya bisa terjadi jika potensi spritualitas, moral, dan intelektual itu diurus secara seimbang dan konsisten
-------------------------
4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita....karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya.
*(Qs.Ali Imran : 145)*
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Secara umum, pertumbuhan gigi dimulai sejak masa balita, bahkan kurang dari usia satu tahun. Gigi pun akan terganti pada usia tertentu setelah melewati usia balita. Pergantian itu seiring dengan kebutuhan untuk membantu mengelola makanan. Penggantinya lebih permanen dan lebih kuat daripada "gigi susu" sebelumnya. Namun, gigi ini pun secara alamiah akan mengalami penurunan kekuatan hingga ada yang terjatuh/tercabut di usia tua. Itu sama dengan keadaan mata, gigi juga dicabut sesuai dengan sistem sunnatullah.
-----------------
5. Semakin bertambah usia semakin ditarik Nikmat kekuatan Tulang & Sendi kita....karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi Nyawanya akan di ambil...
*(Qs.An Nisa : 78)*
اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu bera.da di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
Ketika pertama kali dilahirkan, tulang dan sendi bayi dalam keadaan lemah. Itu sebabnya, mereka tak mampu berdiri dalam melakukan gerakan. Kalau tidak dibantu dan dirawat maka ia tak bisa berdaya apa-apa. Seiring pertumbuhan fisik dan pertambahan usia maka ia tumbuh menjadi lebih kuat dan berdaya. Keadaan itu pun akan mengalami puncaknya. Selanjutnya turun dan kembali menjadi lemah hingga tak berdaya. Ini pun merupakan sunnatullah.
--------------------
6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita....karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih.
*(Qs.Ali Imran : 185)*
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
1?Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Ada istilah "meninggalkan dunia hitam". Biasanya bermakna bahwa seseorang meninggalkan masa lalu yang kelam, dan kini bertaubat dengan memperbaiki akhlak dan amal salehnya. Bisa pula bermakna candaan bahwa rambut berwarna hitam dahulu, kini berganti menjadi warna putih. Warna putih adalah salah satu sunnatullah. Ini memungkinkan dimaknai lebih luas.
---------------------
7. Begitu juga Hati kita...semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian..karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia...
*(Qs.Al-An'am : 32)*
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
-------------------
Ayat ini menerangkan bahwa fakta menunjukkan bahwa banyak manusia yang terlena dan hanya mengisi usia dan kesempatan hidupnya di dunia dengan "ibarat bermain dan bersenda gurau". Bagi orang beriman, ia menjadikan hidupnya berada di atas aturan main dalam perjalanan pulang menghadap kepada Allah.
Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam.
semoga menjadi renungan kita semua ...

0 Komentar