KEUTAMAAN SAHUR

Penulis: Muhamad Yusuf

Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar

Samata-Gowa, 22-04-2021

Komentar Pendahuluan

Dua hari berturut-turut kita diingatkan dan diyakinkan tentang keutamaan memberi buka puasa dan berbuka puasa. Kedua tuntunan Islam itu menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah. Padahal, diberi pahala ataupun tidak, berbuka puasa bagi orang yang berpuasa merupakan impian sepanjang siang hari. Bagi orang yang berpuasa, waktu magrib adalah waktu yang paling dinantikan.

Nah, sekarang tulisan ini akan mengingatkan diri saya dan kita semua akan satu ajaran Islam, yaitu bangun dan makan sahur. Sembari menanti waktu sahur, saya menuliskan ini. Tuntunan Islam yang satu ini juga luar biasa. Tapi, tahukah kita ini bukan sekedar urusan bangun dan makan di waktu sahur. Itu  

Makan Sahur, Bukan Hanya Urusan Perut

Salah satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika waktu kecil di kampung. Saya diperkenalkan tentang kebiasaan bangun dan makan sahur. Dalam pemahaman saya, saya dibangunkan makan sahur sekedar agar saya mampu bertahan dari rasa lapar dan haus di siang hari ketika berpuasa.

Tentu saja, pemahaman seperti itu tidak salah. Namun, bangun dan makan sahur merupakan rangkaian ibadah puasa seperti halnya berbuka puasa. Sahur bukan sekadar makan untuk mengenyangkan perut, tetapi sahur adalah ibadah yang di dalamnya terdapat banyak keberkahan.

Bangun dan makan di waktu sahur adalah ibadah yang memiliki keutamaan besar. Mereka yang menghidupkan waktu sahur akan mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Pandangan dan sikap mukmin adalah memosisikan makan sahur sebagai ibadah. 

Seperti dimaklumi, salah satu ibadah di bulan Ramadhan adalah makan di waktu sahur. Amalan ini disepakati oleh para ulama hukumnya sunnah, tetapi memiliki keutamaan yang penuh berkah. Meski hukumnya sunnah, itu tidak berarti biasa-biasa saja.

Sahur bukan sekadar makan mengenyangkan perut, tetapi ibadah yang di dalamnya terdapat banyak keberkahan dan bagian dari kesempurnaan ibadah puasa. Bangun dan makan sahur adalah ikhtiar menyempurnakan pahala dan keberkahan ibadah puasa. Dari Anas bin Malik, Nabi Saw. bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

"Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 Terdapat beberapa keberkahan dalam aktivitas bangun dan makan sahur. Yang dimaksud berkah adalah turunnya kebaikan dari Allah pada sesuatu. Berkah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun, perlu diketahui bahwa berkah itu datangnya dari Allah jika seorang hamba mentaati-Nya.

Keutamaan dalam Makan Sahur

Bangun dan makan sahur sebagai rangkaian dari ibadah puasa mengandung banyak pembelajaran. Seingat saya, dahulu ketika dibangunkan makan sahur umumnya saya tertidur kembali. Berat rasanya meninggalkan tempat tidur. Apalagi jika tidur dalam keadaan kenyang, memang dalam keadaan itulah orang tua menghadapi tantangan membangunkan anak-anaknya. Anak-anak pun tidak mengerti apa manfaat makan sahur selain menghindari kelaparan yang berlebihan di siang hari. Padahal, makan sahur tidak hanya soal itu saja, melainkan karena banyak manfaat lain.

1. Memenuhi perintah Rasulullah Saw. Sebagaimana diperintahkan dalam hadis di atas. Keutamaan mentaati beliau disebutkan dalam ayat:

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. An Nisaa’: 80)

Allah juga berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (QS. Al Ahzab: 71)

2. Makan sahur membedakan umat Islam dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani). Makan sahur merupakan bagian dari Syi'ar Islam. Dari 'Amr bin Al 'Ash, Rasulullah Saw. bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

"Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur." (HR. Muslim No. 1096)

Ini berarti Islam mengajarkan baro' dari orang kafir, artinya tidak loyal pada mereka. Karena puasa kita saja dibedakan dengan orang kafir.

3. Membuat fisik lebih kuat menjalani puasa. Imam Nawawi - rahimahullah - berkata: "Barokah makan sahur amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa." (Syarh Shahih Muslim, 7: 206). Berbeda halnya dengan orang yang tidak makan sahur. Poin ini yang saya yakini sejak kecil.

4. Mendapat salawat dari Allah dan Doa Para Malaikat. Dari Abu Sa'id Al Khudri, Nabi Saw. bersabda:

السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

"Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur." (HR. Ahmad)

5. Sahur adalah waktu yang diberkahi. Karena ketika waktu sahur, Allah Swt. melihat ke langit dunia. Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

"Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: "Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Sahur adalah waktu utama untuk beristighfar. Sebagaimana orang yang beristighfar saat itu dipuji oleh Allah dalam beberapa ayat:

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

"Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum Fajar." (QS. Adz Dzariyat: 18)

7. Mendapat Keutamaan Menjawab Adzan Subuh dan Sholat Subuh Berjamaah. Orang yang makan sahur dijamin bisa menjawab Adzan salat subuh dan juga bisa mendirikan sholat Subuh di waktunya secara berjamaah. Ini merupakan kebaikan yang sangat banyak yaitu mengawali pagi dengan Sholat Subuh berjamaah. Orang yang sholat Subuh berjamaah mendapat jaminan keselamatan dari Allah.

Penutup

Beberapa keutamaan makan sahur tersebut bernilai ibadah jika diniatkan untuk semakin kuat dalam melakukan ketaatan pada Allah. Itulah keberkahan waktu sahur dan rahasia yang mungkin sebagian kita tidak mengetahuinya. Selamat bersantap sahur!

Wallahu A'lam

Posting Komentar

0 Komentar