AYAT KAUNIYAH PADA UNTA : PUASA ITU PROSES ADAPTASI

Penulis: Muhamad Yusuf

Dosen UIN Alauddin dan STAI Al-Furqan Makassar

Samata-Gowa, 16-04-2021

Pendahuluan

Bicara soal unta berarti bicara soal ayat kauniyah (fenomena) dan ayat qauliyah. Untuk tampaknya mesti dilihat dalam dua landasan, yaitu landasan kauniyah dan landasan qauliyah. Allah mengajak manusia untuk melakukan kajian terhadap spesis binatang, yaitu unta. 

Kemampuan unta beradaptasi dengan kondisi alam yang demikian ini membuat manusia terdorong untuk memanfaatkannya sebagai alat transportasi handal. "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan (Surah Al-Gasyiyah Ayat 17). 

Diantara keistimewaan unta yaitu kemampuannya "berpuasa" hingga delapan hari. Hal ini terjadi karena konstruksi atau penciptaannya yang memungkinkan demikian. Maka, wajar jika situs kebesaran Allah dapat ditemukan pada fenomena penciptaan unta. Dan karena itu, Allah mengajak kita untuk memperhatikan pada penciptaan unta tersebut.

Puasa & Adaptasi Unta

Unta adalah hewan berpunuk yang ditemukan hidup di wilayah kering dan gurun di Asia, Afrika Utara dan Timur Tengah. Hidup dan beradaptasi di wilayah geografis yang tropis, gurun  pasir menuntutnya harus mampu bertahan tidak makan dan minum setiap saat. 

Pemeliharaan unta oleh manusia telah dimulai sejak sekitar 5.000 tahun yang lalu. Unta dimanfaatkan sebagai hewan pekerja selain itu daging dan susunya juga mengandung nutrisi yang baik untuk dikonsumsi. 

Rata-rata umur harapan hidup unta sekitar 30 sampai 50 tahun. Hewan ini memiliki daya tahan fisik yang luar biasa. Unta dapat bertahan hidup tanpa makan dan air selama delapan hari. Ini dikarenakan mereka yang mampu mengonsumsi air hingga 50-100 liter sekali minum.

Sementara untuk makanan mereka dapat menghabiskan sekitar 30 kg hingga 50 kg sekali makan. Makanan dan air akan mereka simpan dalam bentuk lemak sebagai persediaan di punuknya. Punuk unta ini menyimpan lemak khusus, yang pada suatu saat bisa diubah menjadi air dengan bantuan oksigen hasil respirasi.

Ajakan Menganalisis Konstruksi Penciptaan Unta

Saking nyatanya kebesaran Sang Pencipta di balik alam raya ini, sampai-sampai Al-Qur’an tak sungkan menunjukkan ayat bernada cemoohan bagi mereka yang tak mau berpikir. Di antara ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia berpikir adalah ayat berikut: أَفَلاَ يَنظُرُونَ إِلَى الإبل كَيْفَ خُلِقَتْ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan," (Surat Al-Ghasyiyah ayat 17). 

Lantas mengapa Allah mengajak manusia berpikir melalui unta? Ternyata, unta merupakan salah satu ciptaan-Nya yang sangat menakjubkan. Unta merupakan salah satu hewan yang anatominya dirancang sedemikian rupa agar mampu bertahan hidup dan menjadi kendaraan andal di tengah gurun padang pasir yang tandus dan minim cadangan air.  

Salah satu fakta menarik dari unta adalah ia memiliki kelopak mata yang tembus cahaya dan pasangan bulu mata yang tebal, sehingga ia tetap bisa melihat walau di tengah terpaan debu gurun. Dibekali mata berkemampuan tinggi, ia bisa melihat objek yang jauh menjadi dekat dan objek yang kecil menjadi besar. 

Kepatuhan Unta & Orang Mukmin

Ini pula rahasianya mengapa unta sangat patuh walau kepada anak kecil dengan catatan diperlakukan dengan lemah lembut.

Pantas Rasulullah Saw. bersabda:   فَإِنَّ الْمُؤْمِنَ كَالْجَمَلِ الْأَنْفِ حَيْثُ مَا قِيدَ انْقَادَ “Sesungguhnya, orang mukmin itu seperti unta yang ditusuk hidung. Kemana pun unta dituntun, ia patuh,” (HR Al-Hakim).   

Dalam hadis lain, beliau bersabda, “Kepada Tuhanmu jadilah engkau (seperti unta yang ditusuk hidung.” Artinya, dalam hal kepatuhan, manusia layak belajar dari unta. Apa saja yang diperintahkan, ia turuti.

Rupanya, kepatuhan unta dan juga hewan-hewan lain kepada manusia bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba. Ia sudah diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an, “Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya makanan mereka,” (Surat Yasin ayat 72). Atas nikmat ini sudah selayaknya manusia mensyukurinya.   

Konstruksi yang Menakjubkan

Untuk melindungi diri dari gangguan debu gurun, unta juga mampu menutup telinga dan hidungnya. Kemudian telapak kakinya yang lebar dirancang untuk memudahkannya berjalan di atas hamparan pasir tanpa terperosok ke dalamnya. Allah pun membuat kakinya tahan panas dan kuat sehingga mampu membawa beban berat. 

Kemudian, keadaan kakinya yang panjang juga membantu menjauhkan tubuhnya dari sengatan panas gurun pasir di siang hari. Sedangkan dinginnya malam hari dapat teratasi oleh kulitnya yang tebal dan rambut yang lebat. Subhanallah. Sementara dua bibirnya yang elastis dan keras membantunya untuk menarik dan mengunyah makanan berduri. 

Tak hanya itu, unta juga tak pernah kehabisan air liur walau terus menjulurkan lidahnya ke luar.  Hebatnya lagi, walau mampu minum dalam jumlah banyak, unta tak membutuhkan banyak air. Ia tahan tidak minum sampai 10 hari, bahkan hampir satu bulan. 

Berhemat dan Menyiapkan Bekal

Dalam kondisi darurat, ia mampu mengambil air dari jaringan tubuhnya, walau harus kehilangan seperempat bobot tubuhnya. Uniknya, meski bobot tubuh berkurang, ia tak kehilangan kekuatan.   Selain itu, dalam punuknya unta menyimpan gundukan lemak yang berfungsi saat tidak mendapati makanan. Lemak tersebut diolah menjadi sumber air dan tenaga. 

Saat menemukan air, unta akan meminumnya dalam jumlah banyak lalu menyimpannya. Bayangkan dalam waktu sepuluh menit saja, ia mampu minum air sebanyak sepertiga berat tubuhnya. (Lihat Muhammad Ratib An-Nabalisi, Al-I'jaz Al-‘Ilmi fi Al-Qur’an was Sunnah, [Damaskus, Darul Maktabi: 2005 M], juz II, halaman 166). 

Di samping sebagai hewan tunggangan, unta juga penghasil susu yang baik dan urin yang berkhasiat. Bahkan, terpilih sebagai kategori pertama hewan kurban di antara hewan-hewan yang lain. Maha besar Allah yang telah menciptakan makhluk yang sesuai dengan tempat tinggalnya. Sungguh sebuah pelajaran sangat berharga manakala manusia mau merenungkannya. 

Penutup

Anda saja kita mencermati detail ayat kauniyah (keadaan alam raya), niscaya kita akan menyaksikan satu desain penciptaan yang sangat megah dan mengagumkan. Kita juga akan disajikan dengan berbagai pemandangan yang tak bicara hal lain kecuali tentang keagungan dan kreativitas Penciptanya. 

Dengan kata lain, siapapun yang berpikir tentang alam semesta, mulai yang terbesar hingga yang terkecil, secara objektif dan netral, mestinya bisa sampai pada kesimpulan bahwa di balik semesta ini ada Sang Arsitek yang maha hebat. Sehingga, kita bisa melihat kebesaran Allah pada setiap kreasi-Nya. Salah satu situs kebesaran Allah adalah penciptaan unta. Manusia diajak untuk menjejaki kebesaran Allah pada unta.

 Wallahu A'lam

Posting Komentar

0 Komentar