Oleh: Prof. Yusuf
Tulisan merupakan respon terhadap Respons Rektor UI terhadap BGN yang minta satu kampus punya Dapur MBG, Maka, Rektor Universitas Indonesia "Tugas Kami Pendidikan, Bukan Masak".
Permintaan Badan Gizi Nasional (BGN) agar setiap perguruan tinggi membangun dan mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memicu diskusi mengenai batasan peran institusi pendidikan. Respons Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, menyoroti perbedaan mendasar antara mandat inti universitas dengan operasional teknis program pangan.
Mandat Inti Perguruan Tinggi
Rektor UI menegaskan bahwa tugas utama universitas adalah menyelenggarakan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, operasional dapur MBG merupakan aktivitas teknis yang tidak sejalan dengan mandat inti tersebut sehingga tidak sepatutnya ditangani langsung oleh institusi akademik. Fokus universitas harus tetap terjaga pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan sumber daya manusia berkualitas, bukan pada penyediaan layanan logistik konsumsi.
Pemisahan Operasional dan Akademik
Dalam pandangan UI, jika kampus ingin berkontribusi pada program MBG, pelaksanaannya harus dilakukan melalui unit usaha yang relevan, bukan oleh institusi universitas itu sendiri. Unit usaha kampus, seperti penyedia layanan katering atau fasilitas perhotelan milik universitas, dianggap lebih siap secara teknis dan profesional dalam mengelola dapur skala besar. Pendekatan ini memungkinkan kampus untuk tetap mendukung program nasional tanpa mengganggu fokus pada fungsi akademisnya.
Relevansi dalam Tridharma
Di sisi lain, keterlibatan civitas akademika dalam program MBG tetap dianggap memiliki relevansi dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi . Berikut adalah bentuk kontribusi yang dinilai lebih tepat bagi lingkungan kampus:
Pertama, Edukasi dan Riset: Mahasiswa dan dosen dapat melakukan riset mengenai gizi, ketahanan pangan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola makan bergizi seimbang
Kedua, Pengabdian Masyarakat: Kampus dapat berperan sebagai pendamping dalam monitoring, evaluasi, serta penguatan kebijakan program berbasis data ilmiah, daripada bertindak sebagai pelaksana teknis operasional dapur
Kedua, Inovasi: Universitas dapat berkontribusi melalui inovasi teknologi pengolahan pangan atau manajemen rantai pasok yang efisien untuk mendukung efektivitas program secara makro.
Jadi, tugas operasional mengurusi Dapur MBG memang kurang tepat dibebankan kepada perguruan tinggi. Jika ini dibebankan kepada universitas maka sangat berpotensi mengalami disorientasi.
0 Komentar