QS YUSUF: 20

 وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ ۢ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُوْدَةٍۚ وَكَانُوْا فِيْهِ مِنَ الزّٰهِدِن ۝٢٠

Terjemahnya:

Mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, (yaitu) beberapa dirham saja sebab mereka tidak tertarik kepadanya.

Konteks Ayat

Ayat ini (QS. Yusuf: 20) melanjutkan kisah sebelumnya (ayat 19). Setelah pedagang Mesir menemukan Nabi Yusuf AS di sumur, rombongannya membeli Yusuf dari saudara-saudaranya dengan harga murah banget: hanya beberapa dirham (sekitar 20 dirham, setara upah harian rendahan saat itu). "Bakhs" berarti harga yang sangat rendah dan tidak adil, sementara "mā kānū fīhi min az-zāhidīn" menjelaskan alasan: pembeli Mesir tidak terlalu tertarik pada Yusuf karena usianya masih kecil atau kurang paham nilainya—mereka anggap sekadar budak biasa. Padahal, saudara Yusuf justru lega bisa "menyingkirkannya".

Ini bagian dari rangkaian pengkhianatan keluarga Yusuf, tapi jadi titik balik menuju kebesarannya di Mesir.

Makna dan Pelajaran Utama

Harga Murah yang Zalim: "Sharawhu bi-thamanin bakhsin" kritik terhadap transaksi tidak adil, di mana nilai manusia direndahkan seperti barang murahan.

Kurangnya Penghargaan: Pembeli "zāhidīn" (acuh/ragu) karena tidak lihat potensi Yusuf, simbol ketidaktahuan manusia atas qadar Allah.

Ironic Twist: Yang dijual murah justru jadi pemimpin masa depan, tunjukkan Allah balikkan rencana jahat menjadi berkah.

Pelajaran: Jangan underestimate orang atau peluang; Allah beri nilai sejati pada waktu-Nya, dan hindari kezaliman ekonomi karena Dia hitung semua.

Hubungan dengan Realitas Kekinian

Ayat ini mirror eksploitasi tenaga kerja murah dan trafficking modern. Di 2026, ILO laporkan 27 juta pekerja paksa global dibayar "bakhsin" (upah di bawah standar hidup), seperti migran Indonesia di Malaysia atau Timur Tengah yang dibeli agen seharga Rp 10-20 juta tapi dikunci kontrak abadi. Di Makassar, kasus nelayan atau buruh asing sering "dijual" murah oleh calo.

Contoh aktual: Laporan Kemnaker RI 2025 sebut ribuan TKI dijual ke pabrik China dengan "dirham ma'dūdatin" versi modern (gaji $100/bulan untuk kerja 16 jam). Ini ingatkan kita lawan dengan undang-undang anti-trafficking dan boikot produk eksploitatif. Secara pribadi, jangan "jual" potensi diri/masyarakat dengan murah—investasi pendidikan seperti kisah Yusuf yang akhirnya jadi menteri.

Posting Komentar

0 Komentar