QS. YUSUF: 10

 قَالَ قَاۤئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوْا يُوْسُفَ وَاَلْقُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ ۝١٠

Terjemahnya:

Salah seorang di antara mereka berkata, “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir jika kamu hendak berbuat.”(10).

Ayat ini muncul dalam konteks kisah Nabi Yusuf AS, di mana saudara-saudaranya merencanakan pembunuhan karena cemburu atas kasih sayang ayah mereka, Nabi Ya'qub AS, terhadap Yusuf.

Salah seorang dari mereka—kemungkinan besar Rubil (menurut sebagian tafsir seperti Ibnu Katsir)—berkata dengan nada menasihati: "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi lemparkanlah dia ke dasar sumur (ghaybat al-jubb), agar dipungut oleh sebagian kafilah musafir (sayyarah) jika kamu tetap ingin melakukan sesuatu."

Makna mendalam ayat ini mencakup beberapa pelajaran utama:

1. Menghindari Dosa Besar: Pembicara ini menolak pembunuhan langsung karena sadar itu dosa besar (QS. Al-Isra: 33), tapi mengusulkan alternatif yang tampak "lebih ringan". Ini mencerminkan hati nurani yang masih tersisa, meski lemah, di tengah godaan nafsu—sebuah peringatan bahwa setan sering menjerumuskan secara bertahap.

2. Rencana Jahat yang Berpura-pura Baik: Lempar ke sumur bukan solusi aman; itu tetap pengkhianatan yang bisa berujung kematian Yusuf (lapar, binatang buas, atau ditinggalkan). Ungkapan "jika kamu hendak berbuat (fa'ilin)" menyiratkan sindiran halus, seolah mempertanyakan niat mereka sambil tetap ikut serta. Allah SWT ungkapkan ini untuk tunjukkan betapa lemahnya akal manusia tanpa petunjuk-Nya.

3. Qadarullah dan Hikmah Ilahi: Usulan ini tepat sesuai rencana Allah; Yusuf selamat, diambil pedagang Mesir, dan akhirnya naik tahta (QS. Yusuf: 100). Ini ajarkan bahwa kejahatan manusia tak bisa halangi kehendak Allah, malah jadi jalan rezeki bagi orang saleh.

4. Pelajaran Akhlak: Ayat ingatkan umat Islam untuk hindari iri hati (hasad), lindungi kerabat, dan pilih jalan aman. Seperti kata Imam Al-Qurtubi, ini contoh "nasihat setengah hati" yang akhirnya selamatkan Yusuf, tapi tetap dosa bagi pelakunya.

Ayat ini gambarkan pergulatan batin manusia antara benar dan salah, serta kuasa Allah yang ubah musibah jadi berkah.

Posting Komentar

0 Komentar